Bupati Asahan dan Forkopimda Ikuti Rakor Virtual dengan Presiden

Asahan, Lintangnews.com | Bupati Asahan, Surya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti rapat koordinasi (rakor) oleh Presiden Joko Widodo, dengan kepala daerah di Indonesia secara virtual dipusatkan di Aula Melati lantor Bupati Asahan, Kamis (29/4/2021).

Hadir dari Forkopimda di antaranya, Kajari Asahan, Aluwi , Waka Polres Asahan, Kompol Sri Juliani Siregar, Dandim 0208/AS, Letkol Inf Sri Marantika Beruh , Danlanal TBA, Plt Sekretaris Daerah (Sekda), Jhon Hardi Nasution dan para Asisten.

Rakor diawali dengan sambutan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Tito berharap agar setiap kepala daerah dapat berinovasi dan berkontribusi dalam membangun daerahnya masing-masing.

“Saya berharap setiap kepala daerah dapat mengembangkan daerahnya sesuai dengan potensi daerah masing-masing dan saling berkontribusi untuk percepatan pembangunan nasional,” tegas Tito.

Rapat tersebut dilanjutkan dengan pengarahan oleh Presiden. Jokowi menegaskan, bahwa pertemuan ini membahas terkait Covid-19 dan perekonomian.

Beliau memberi gambaran terkait perkembangan Covid-19 di India. Sebagaimana diketahui, kurva perkembangan Covid-19 di India mulai bulan November hingga Januari berhasil melandai.

Dalam kurun waktu itu, Menteri Kesehatan di India pernah menyampaikan, kunci kurva tersebut dapat menurun yaitu dengan melakukan lockdown. Namun akhir-akhir ini, terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di India yang sangat meningkat hingga mencapai 350.000 per hari.

Presiden berharap, sekecil apa pun kasus aktif yang ada di Provinsi dan Kabupaten/Kota agar terus dipantau dan jangan lengah. Jokowi meminta agar pemerintah daerah dapat tetap mengikuti kurvanya. Begitu juga dengan vaksinasi harus terus dipantau pelaksanaannya.

Terkait momen libur panjang Idul Fitri mendatang, Presiden berharap agar lebih berhati-hati. Ini arena tahun lalu ada 4 kali momen libur panjang yang kenaikan kasus positifnya melonjak. Diharapkan kepada setiap kepala daerah untuk turut serta mensosialisasikan himbauan larangan mudik kepada masyarakat.

“Saya ingat betul pada bulan Januari, kita pernah mencapai angka 14.000 sampai 15.000 kasus positif Covid-19 per harinya. Untuk itu, disiplin protokol kesehatan (prokes) harus diterapkan lebih ketat kepada masyarakat,” tegas Presiden.

Terkait perekonomian, Presiden menyampaikan, target pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 ini sebesar 4,5-5,5 persen. Dan mulai bulan Maret hingga April ini perekonomian sudah menuju normal kembali.

Rapat ditutup dengan pengarahan dari Presiden terkait investasi. Presiden menegaskan, agar pelayanan yang diberikan dari daerah kepada masyarakat dipermudah, terutama yang berkaitan dengan perizinan. Karena kunci pertumbuhan ekonomi tentunya sangat tergantung sekali kepada investasi. (Heru)