Panen Sawit di Kebun Milik Sendiri, Warga Panai Hilir Ditemukan Tewas

Jenazah Bahtiar Siregar saat ditemukan di kebun kelapa sawit milknya.

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Jenazah Bahtiar Siregar (58) warga Dusun I Desa Sei Lumut, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu ditemukan tergeletak kaku di areal perkebunan kelapa sawit di Dusun Cinta Makmur, Desa Sei Sanggul, Kecamatan yang sama, Senin (24/5/2021).

Bahtiar ditemukan warga pada posisi telungkup dan berbusana kemeja putih celana panjang corak hitam.

Yuslianah (48) istri almarhum mengatakan, Sabtu (22/5/2021) sekira pukul 08.00 WIB, suaminya berpamitan untuk memanen buah kelapa sawit milik mereka. Seperti biasanya, almarhum kerap pergi sendirian.

Namun hingga Sabtu malam, Yuslianah menaruh cemas suaminya tak kunjung pulang ke rumah. Akhirnya, Minggu (23/5/2021), Yuslianah mendatangi saudara sepupunya bernama Muhammad Ali (46) dan menceritakan suaminya belum pulang dari panen atau mendodos kelapa sawit.

Ali lalu memberitahukan pada  warga lainnya untuk mencari suami Yuslianah. Namun sampai malam hari Bahtiar tidak juga ditemukan.

Senin (24/5/2021) sekira pukul 08.00 WIB, pencarian kembali dilakukan Ali bersama beberapa warga berpencar di areal lokasi kebun sawit. Sekitar pukul 11.30 WIB, Bahtiar ditemukan terbujur kaku pada posisi telungkup tidak bernapas lagi di bawah pohon kelapa sawit.

Mengetahui hal itu, warga lalu memberitahu Kepala Desa (Kades) setempat dan pihak Polsek Panai Hilir.

Kanit Reskrim, Ipda L Pandiangan bersama Bripka ET Limbong langsung ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan saksi-saksi disertai kondisi fisik jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh almarhum. Pihak keluarga pun bersepakat membuat surat pernyataan, jika kematian almarhum disebabkan penyakit yang dideritanya.

“Untuk jenazah almarhum, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Menurut keterangan saksi istri dan warga setempat, almarhum diduga jatuh saat memanen buah kelapa sawit. Almarhum diketahui memanen buah dengan cara memanjat, dan tidak menggunakan egrek,” sebut Ipda L Pandiangan.

Usai dievakuasi ke rumah duka, jenazah almarhum langsung dikebumikan pihak keluarga. (Sofyan)