Toba, Lintangnews.com | Puluhan wartawan dari media cetak, online dan elektronik yang bertugas di Polres Toba melakukan aksi damai di Mapolres setempat, Jumat (28/5/2021) sekira pukul 10.30 WIB.
Aksi ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan wartawan terhadap pihak Polres Toba yang tidak berkenan memberikan konfirmasi terkait penangkapan 2 orang pelaku pembunuhan guru Sekolah Dasar (SD), Lisbet Butarbutar (48).
Salah satu tuntutan para awak media yakni, meminta Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit untuk mencopot Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya.
Hotman Siagian, wartawan Metro 24.com mengatakan, aksi hari ini merupakan puncak kekecawaan para awak media yang selama ini selalu kesulitan mendapatkan informasi dari Polres Toba, seperti penangkapan narkoba dan kasus lainnya.
Bahkan Kapolres Toba sering memblokir no handphone (HP) wartawan ketika mau konfirmasi berita lainnya, seperti anggaran pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun lalu sebesar Rp 5 miliar.
“Sejak AKBP Akala Fikta Jaya menjabat sebagai Kapolres Toba, kondisi kemitraan dengan media semakin buruk. Kapolres juga terkesan alergi kepada wartawan, sehingga berdampak kepada kesulitan kita meminta data ataupun keterangan yang dibutuhkan dalam pemberitaan,” ujar Hotman.
Wartawan lainnya dari media eletronik, Jamarlin Saragih mengatakan, pihaknya akan menyurati Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) untuk mencopot Kapolres Toba, Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba.

“Secepatnya kita akan mengirimkan surat secara tertulis kepada Kapolri sebagai bukti keseriusan menyuarakan aspirasi rekan-rekan wartawan yang bertugas di Polres Toba. Jika tidak direspon, kita akan melakukan aksi lanjutan,” pungkasnya.
Selain meminta Kapolres Toba diganti, dalam spanduk yang dibawa wartawan terdapat tulisan ‘Copot Kasat Reskrim, AKP Nelson Sipahutar dan Kasat Narkoba AKP Firman Peranginangin’. Wartawan juga meminta Kapolres Toba dan jajarannya menghargai keterbukaan publik dan Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Sebelumnya, puluhan wartawan melakukan aksi di halaman Polres Toba. Orasi dilakukan secara bergantian dengan muatan utamanya bertajuk ‘Copot Kapolres Toba’.
Wakapolres, Kompol Janner Panjaitan mendatangi para wartawan dan meminta agar bersedia berdialog di Aula Polres Toba pada pukul 11.00 WIB.
Dengan kooperatif, wartawan menunggu di Aula, sayangnya hingga pukul 11.30 WIB pihak Polres Toba tidak kunjung datang.
Mirisnya, saat puluhan wartawan menunggu di Aula, justru musik dihidupkan dengan keras, seakan-akan Polres Toba melecehkan jurnalis.
Puluhan wartawan merasa kecewa dan langsung meninggalkan Aula. Selanjutnya bergerak keluar Polres Toba dengan tetap meneriakkan ganti Kapolres Toba.(Frengki)



