Martin Manurung Sosialisasikan Sinergi Ekosistem Ultra Mikro ke Pelaku UMKM di Kawasan Danau Toba

Kegiatan sosialisasi manfaat dan tujuan atas pembentukan sinergi ekosistem BUMN.

Humbahas, Lintangnews.com | Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung melakukan sosialisasi manfaat dan tujuan atas pembentukan sinergi ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ultra mikro kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat (4/6/2021).

Sosialisasi dilakukan Martin di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara II. Kegiatan sosialisasi dilangsungkan secara hybrid (online dan offline) dan diikuti puluhan pelaku UMKM terdiri dari perwakilan pedagang pasar tradisional, pemilik toko dan pelaku usaha lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di Si Talbak Coffee & Resto, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbahas. Mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir, kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Wakil Ketua Komisi VI ini mengatakan, untuk memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku usaha kecil, termasuk para pedagang tradisional, pemerintah didukung DPR RI bersama dengan BUMN sektor ultra mikro (UMi) dan UMKM, akan membentuk suatu ekosistem finansial untuk jutaan pelaku usaha kecil di Indonesia.

Langkah itu melalui Sinergi Ekosistem Sektor Ultra Mikro dari 3 perusahaan BUMN yakni, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Sinergi ekosistem ini ditargetkan terbentuk pada semester II tahun ini.

“Kami mendukung program ini, untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada pelaku usaha kecil termasuk pedagang pasar dan diharapkan meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pra sejahtera,” kata Martin.

Puluhan pelaku UMKM yang mengikuti acara sosialisasi secara offline ini termasuk para nasabah dan pelaku UMKM binaan dari BRI, Pegadaian dan PNM.

Menurut Martin, dari 57 juta pengusaha ultra mikro di Indonesia, baru 20 persen di antaranya yang mendapatkan layanan dari institusi keuangan formal. Padahal 80 persen segmentasi ekosistem ultra mikro didominasi oleh petani, pedagang tradisional, pemilik toko dan pekerja lepas.

Di satu sisi, pelaku ultra mikro dan UMKM ini merupakan tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional, sehingga harus diselamatkan dari tekanan dampak pandemi Covid-19. Harapannya pelaku usaha ultra mikro dapat bangkit, berkembang serta naik kelas.

“Sinergi ini mengkolaborasikan kekuatan dan mensinergikan keahlian dalam satu rumah besar agar bisa membantu sebanyak-banyaknya pelaku usaha kecil supaya mereka bisa segera bangkit. Karena mereka lah tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional,” kata Martin.

Dia menegaskan, jiwa dan semangat dalam sinergi ekosistem sektor ultra mikro ini adalah gotong royong dan tolong menolong. Manfaat positif dari sinergi BUMN ultra mikro ini, lanjut Martin, tentunya akan dirasakan para pelaku usaha ultra mikro, karena mereka berpeluang besar mendapat pembiayaan berbunga rendah di masa depan.

Penurunan suku bunga pinjaman bisa terjadi karena sinergi BRI, PNM dan Pegadaian akan menurunkan beban dana (cost of fund) dari ketiga perusahaan.

“Sinergi ini ingin memastikan terdapatnya bunga pinjaman yang lebih rendah bagi nasabah. Ini penting, karena kita ketahui banyak pelaku usaha dan masyarakat kita yang masih mendapatkan pendanaan dari rentenir dan pinjaman online ilegal alias bodong. Kami berharap sinergi ekosistem ultra mikro bisa menjadi solusi,” ungkap Martin.

Tak hanya itu, sinergi ekosistem ultra mikro yang melibatkan BRI, Pegadaian dan PNM juga diyakini dapat menciptakan pilihan produk keuangan yang lebih variatif bagi pelaku usaha mikro.

“Secara jangka panjang, integrasi ini akan menjadi rumah besar pelaku UMi-UMKM Indonesia, dimana mereka bisa berlindung, memperoleh bimbingan, berkembang dengan sustainable dan naik kelas,” tutup Martin. (Rel)