Tebingtinggi, Lintangnews.com | Sebanyak 700 orang Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tebingtinggi disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama di Jalan Pusara Pejuang, Jumat (10/9/2021).
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas), Herliadi didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP), Franda Saragih, Sonya Sianipar, Leonard Panjaitan, Ziko Manalu dan Rudy Purba mengatakan, tujuan vaksinasi untuk memberikan perlindungan dan mengantisipasi terhadap penyebaran Covid-19 bagi WBP.
Hal ini menindaklanjuti arahan percepatan pemberian vaksin oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) dan Dirjen Pemasyarakatan.
“Awalnya kami kesulitan untuk mengumpulkan kartu identitas (KTP) tahanan dan narapidana (napi), karena mereka tidak memiliki atau membawanya. Karena itu kita berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk memperoleh Nomor Induk Kependudukan (NIK) WBP sesuai syarat utama untuk bisa diberikan Vaksin Covid-19,” ujar Herliadi.
Kalapas menambahkan, pelaksanaan pemberian vaksin ini bekerja sama dengan Polres Tebingtinggi sebagai iktiar mencegah penyebaran Virus Corona di blok hunian. Sementara vaksin untuk pegawai telah dilaksanakan awal bulan lalu.
Sementara itu, Sonya mengatakan, sesuai dengan rencana Vaksin Covid-19 untuk dosis pertama ini akan diselesaikan dalam 1 hari.

“Selanjutnya akan dijadwalkan kembali pemberian vaksin dosis kedua,” katanya.
Sebelum pelaksanaan vaksin, dokter pelaksana memberikan penjelasan kepada warga binaan bahwa pentingnya vaksin bagi tubuh.
“Kami memberikan pemahaman kepada WBP jika vaksin Covid-19 itu aman untuk digunakan dan juga menjawab kekhawatiran warga binaan setelah divaksin,” kata Sonya.
Dia juga menjelaskan, Vaksin Covid-19 bukanlah obat, tetapi merupakan upaya untuk dapat mencegah penularan dan penyebaran virus itu dengan membentuk kekebalan tubuh.
“Pemberian vaksin ini bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh. Tahap pemberian vaksin nanti akan dijelaskan dalam pelaksanaannya,” tutup Sonya. (Purba)



