Simalungun, Lintangnews.com | Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengapresiasi pemberian tali asih kepada kader di tingkat DPC, PAC, dan Ranting Kabupaten Simalungun.
Pemberian tali asih itu terlaksana atas prakarsa pendiri Bagak sekaligus kader PDI-Perjuangan, Bane Raja Manalu.
“Atas prakarsa saudara Bane Raja Manalu yang memberikan tali asih kepada seluruh pengurus DPC sampai Ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Simalungun, kami berikan apresiasi,” kata Hasto, dalam video sambutannya, Rabu (22/12/2021).
Hasto menegaskan, PDI-Perjuangan terus menggelorakan gotong royong sesama kader untuk menyatu dengan masyarakat, khususnya dalam membantu di masa pandemi Covid-19.
“Dengan gotong royong ini kita terus membangun kesejatian PDI-Perjuangan sebagai partai yang berasal dari rakyat,” ungkap Hasto.
Politisi asal Yogyakarta itu melanjutkan, Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri selalu berpesan agar seluruh simpatisan, anggota, dan kader terus berjuang dengan penuh keyakinan, membantu rakyat di tengah-tengah pandemi.
“Partai terus hadir dengan semangat gotong royong itu guna menggelorakan semangat kebangkitan bagi rakyat untuk mampu mengatasi berbagai persoalan akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.
“Semua bergerak dalam satu rampak barisan untuk membangun kekuatan kolektif, gotong royong PDI-Perjuangan, sebagai partai Nasionalis Soekarnois, yang terus menyatu dengan kekuatan rakyat. Tetaplah bersatu, tetap semangat dan solid bergerak,” sambungnya.
Sementara Bane Raja menyampaikan, pemberian tali asih ini adalah bentuk nyata dari solidaritas sesama kader partai. Dia menegaskan, pemberian tali asih penting dilakukan sekaligus untuk konsolidasi DPC, PAC, dan Ranting yang dalam kesehariannya menjadi ujung tombak perjuangan partai.
“Pemberian tali asih ini bukan berangkat dari kondisi ekonomi berlebih, tapi karena solidaritas sesama kader partai. Ini penting dilakukan karena struktur DPC, PAC dan Ranting adalah otot partai,” ucap Bane.
Ada pun Bagak adalah Bane Gas Komuniti yang bermula dari usaha gas elpiji kemudian berkembang menjadi gerakan pemberdayaan di bidang sosial, budaya dan kepemudaan. (Rel)



