
Simalungun, Lintangnews.com | Aneh, Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga meresmikan SMP Negeri 1 Gunung Maligas di Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas tanpa sumber pembiayaan, Sabtu (16/4/2022).
Hasil investigasi dan konfirmasi lintangnews.com ke sekolah itu, Senin (18/4/2022) terungkap, dana operasional ditanggung secara pribadi oleh tenaga didik berstatus relawan pendidik.
Sementara diketahui, persyaratan mendirikan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP Negeri) di antaranya, adanya surat permohonan dan surat rekomendasi Nagori atau Kelurahan maupun Kecamatan.
Kemudian, studi kelayakan (latar belakang dan tujuan), lokasi sekolah dan dukungan masyarakat, sumber peserta didik, serta daftar tenaga pendidik beserta ijazah yang dimiliki. Selanjutnya, sumber pembiayaan operasional sekolah dan fasilitas lingkungan penunjang sekolah.
Namun fakta di lapangan terungkap, pembiayaan penunjang kesejahteraan pendidik tidak jelas sumbernya.
Bahkan menurut sejumlah pendidik di lokasi, mereka (14 orang guru honorer) tidak mendapat penunjang kesejahteraan tenaga didik dari pemerintah daerah maupun dari pemerintah pusat alias tenaga sukarelawan.
Dikutip dari rilis Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemkab Simalungun, Radiapoh menyampaikan, prestasi pendidikan daerah itu di Provinsi Sumatera Utara membutuhkan peningkatan, demikian juga dengan tingkat pengetahuan.
Lanjutnya, anak-anak di sekolah di semua jenjang pendidikan juga harus ditingkatkan. Menurut Radiapoh, ini merupakan pekerjaan rumah (PR) semua bapak ibu termasuk anggota DPRD Simalungun, orang tua, serta tokoh masyarakat.
“Kepada anak didik kami kita harus berubah, karena zaman terus berubah. Jangan kita ketinggalan. Jika kita tidak berubah kita akan tertinggal. Banyak belajar lah kita semua, demi untuk kemajuan di masa depan,” celoteh Radiapoh.
Sementara Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Gunung Maligas, Rini Afrianty melalui pesan singkat telepon seluler miliknya memberikan penjelasan terkait tidak didukung anggaran pembiayaan operasional dari Pemkab Simalungun.
“Gaji guru honorer sumber utamanya dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Situasional sekolah belum memperoleh dana BOS dari pemerintah pusat,” imbuh mantan guru SMP Negeri 1 Sidamanik ini.
Pada saat ke 14 orang tenaga pendidik melamar ke SMPN 1 Gunung Maligas, pihak sekolah sudah menjelaskan, sebelum mendapat dana BOS maka tidak ada gaji yang akan diterima.
“Dan mereka bersedia. Jadi sudah ada kesepakatan antara guru dan pihak sekolah. Jadi mereka sendiri tidak keberatan sama sekali perihal itu. Kita sedang proses pengerjaan administrasi,” ungkap Rini.
Pasca peresmian SMPN 1 Gunung Maligas, Pangulu Nagori Silau Bayu, Sahlan Sinaga di hadapan Bupati dan undangan lainnya menerangkan, gedung itu dulunya bekas SD Negeri yang telah d regrouping. Awal berdirinya SMP ini hanya ada 43 orang siswa-siswi.
“Semoga berdirinya SMPN 1 Gunung Maligas ini banyak memberi manfaat bagi kita semua,” kata Sahlan. (Zai)


