Bupati Simalungun Serahkan SK 465 Guru PPPK, 1 Orang Tak Aktif Mengajar Dinyatakan Lulus

Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga menyerahkan SK pengangkatan guru PPPK.

Simalungun, Lintangnews.com | Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 465 orang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Satu orang di antaranya kepada guru honor yang tahunan tidak aktif mengajar, tetapi dinyatakan lulus seleksi tahap 2.

Penyerahan bertempat di halaman SMP Negeri 2 Siantar, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Selasa (31/5/2022).

Tampak hadir, anggota DPRD Simalungun, Tumpak Silitonga dan Badri Kalimantan, Staf Ahli Bupati, Debora DPI Hutasoit, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Sudiahman Saragih menyampaikan, sebanyak 465 orang PPPK sebelumnya mengikuti ujian seleksi kompetensi yang dibagi dalam 2 tahapan.

Oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada Desember 2021 lalu, dengan jumlah peserta sebanyak 2.103 orang.

“Dinyatakan lulus tahap I dan telah melakukan penandatanganan kontrak kerja serta telah menerima SK sebanyak 398 orang,” imbuh Sudiahman.

Selanjutnya yang menandatangani kontrak kerja dan menerima SK saat ini yang lulus seleksi tahap II sebanyak 465 orang. Dengan rincian, guru SD sebanyak 425 orang. Terdiri dari guru kelas sebanyak 420 orang dan guru Penjasorkes 5 orang.

Kemudian guru SMP sebanyak 40 orang terdiri dari guru bahasa Indonesia dan guru bimbingan konseling 1 orang, guru IPA 1 orang, guru Matematika 5 orang, guru Penjasorkes 3 orang dan guru PKN 6 orang.

Ada pun guru honor yang tahunan tidak aktif mengajar, tetapi dinyatakan pihak Kemendikbud Ristek lulus seleksi PPPK pada tahap II atas nama Yusnita Delfriani Aritonang NI PPPK 198801072022212015 Unit Kerja SD 094121 Hutaparik, Kecamatan Ujung Padang.

Mengawali bimbingan dan arahannya, Bupati Radiapoh memanggil 2 orang PPPK tertua. Mereka adalah Sariati (57) dan Misman Manik (58). Keduanya diminta untuk menceritakan pengalamannya saat mereka mengajar di sekolah.

Misman mengatakan, dirinya telah mengajar sejak 1994 di SMP Karya Mariah Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan dan tahun 2005 berubah menjadi SMP Negeri Dolok Panribuan.

Sementara itu, Sariati mengutarakan, telah mengajar sejak tahun 1991. Suka dan duka telah mereka lalui dalam memberikan pendidikan terhadap anak di sekolah dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Saya terinpirasi kepada bapak dan ibu yang sangat luar biasa demi cintanya terhadap pendidikan sampai ke masa tuanya pun tetap berjuang mengangkat harkat dan martabat bangsa khususnya di Tanoh Habonaron Do Bona. Mereka ini lah orang yang paling berjasa untuk Simalungun,” ucap Bupati.

Kepada para PPPK yang baru menerima SK pengangkatan, Radiapoh berharap, tidak perlu mengeluh dan merintih, ketika mengabdi dengan benar pasti menerima hasil yang baik dan Tuhan akan memberikan berkah yang berlipat ganda.

“Seperti pak Manik, anaknya bekerja di kapal pesiar yang gajinya 100 kali lipat dari bapak ini. Artinya ketika kita bekerja dengan baik pasti Tuhan akan memberikan berkah yang berlipat ganda,” kata Bupati.

Kepada Dinas Pendidikan (Disdik), Bupati meminta agar dalam menetapkan kurikulum jangan hanya sekedar dilewati, akan tetapi harus dipertajam dan dieksekusi. Karena pendidikan sangat vital buat masyarakat dan dibutuhkan keseriusan untuk pendidikan anak-anak.

Menurutnya, Pemkab Simalungun akan terus berupaya untuk menggenjot mutu pendidikan di Simalungun agar lebih meningkat.

“Kita sudah membuat konsep agar bagaimana para bapak dan ibu suka mengajar di pelosok, tidak hanya di sekolah terdekat. Saya yakin di wajah bapak dan ibu sekalian bisa mengubah wajah Simalungun ini,” tukas Radiapoh. (Rel/Zai)