Fraksi PDI-P DPRD Humbahas Apresiasi Kemajuan Pembangunan Infrastruktur di Era Dosmar

Pembangunan peningkatan jalan alternatif Onan Ganjang-Pakkat, yakni Pulogodang-Temba  yang mulai dikerjakan.

Humbahas, Lintangnews.com | Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mengapresiasi pembangunan infrastruktur selama era Bupati, Dosmar Banjarnahor.

Itu disampaikan Ketua Fraksi PDI-Perjuangan, Jamanat Sihite seusai meninjau progres proyek peningkatan jalan alternatif Onan Ganjang-Pakkat, yakni Pulogodang-Temba dengan panjang 1350 meter x 4 meter yang selama ini belum pernah tersentuh dengan pembangunan hotmix, Kamis (18/8/2022).

Dikatakan Jamanat, kemajuan infrastruktur peningkatan jalan di era Dosmar Banjarnahor menunjukan keseriusan pemerintah untuk pemerataan pembangunan.

Dimana, pembangunan infrastruktur peningkatan jalan tidak hanya dilakukan di Kecamatan Dolok Sanggul, Pollung, Baktiraja, Sijamapolang, Lintong Nihuta dan Kecamatan Paranginan. Namun juga di Kecamatan Onan Ganjang, Pakkat, Parlilitan dan Tarabintang.

Dia menyampaikan, itu sangat baik dan sepatutnya perlu diberikan dorongan. Salah satunya, dengan menjaganya, agar pembangunan yang telah dilakukan dapat dirasakan hingga beberapa tahun.

“Kita harapkan masyarakat dapat menjaga pembangunan ini, agar dapat dirasakan hingga beberapa tahun,” katanya.

Jamanat optimis progres pembangunan di masing-masing Kecamatan ada perubahan yang dilakukan dengan kepemimpinan Dosmar Banjarnahor, sehingga sebagian besar perekonomian bisa berputar.

“Saya yakin, dengan adanya kemajuan pembangunan ini sejak dimulai tahun 2017 hingga ini 2022, sebagian besar perekonomian berputar,” kata Jamanat.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejak awal menjabat Dosmar sebagai Bupati Humbahas di periode pertama, pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas pertama dalam program visi misinya.

Dengan infrastruktur peningkatan jalan itu, menjadi salah satu pemicu pemerataan ekonomi dengan mata pencarian masyarakat Humbahas adalah pertanian.

Apalagi, tambah mantan tukang tambal ban ini, dampak positif pembangunan infrastruktur peningkatan jalan alternatif Onan Ganjang-Pakkat, yakni Pulogodang-Temba juga berpotensi pariwisata, semisal destinasi wisata Seribu Gua, tepatnya di Desa Banuarea.

Dari dampak positif ini, Seribu Gua akan ramai dikunjungi wisatawan. “Akses yang semakin mudah menuju Seribu Gua akan meningkatkan minat wisatawan berkunjung,” ungkapnya.

Ditambahkan Jamanat, secara maksimal pembangunan infrastruktur peningkatan jalan ada yang belum tersentuh, tetapi secara pelan pasti dapat terpenuhi. Ini melihat getolnya Dosmar melobi anggaran, termasuk dalam hal Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) yang bersumber dari pemerintah pusat.

“Memang APBD kita terbatas. Terlebih lagi dalam 2 tahun ini Covid-19 melanda, jadi sebagian dana digunakan untuk pencegahan dan penanggulangannya, makanya belum maksimal secara keseluruhan. Saya akui, pak Bupati untuk pemerataan pembangunan infrastruktur peningkatan jalan sangat getol demi kecintaannya kepada masyarakat, apalagi menuntaskan periode di akhir jabatannya,” tukas Jamanat.

Dia juga menyampaikan, peningkatan jalan di daerah Pakkat, Parlilitan dan Tarabintang (Papatar) pada tahun 2023 akan digenjot. “Saya pastikan, untuk jalan itu mudah-mudahan akan tuntas tahun 2023,” kata Jamanat.

Dirinya pun berharap, agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Humbahas untuk mengawasi setiap progres pembangunan infrastruktur peningkatan jalan tahun anggaran 2022, semisal peningkatan jalan alternatif Onan Ganjang-Pakkat, yakni Pulogodang-Temba.

Menurutnya, hal itu agar pembangunannya dapat maksimal, sehingga tidak ada kecurangan saat proses pengerjaannya. “Kita ingatkan Dinas PUPR agar selalu mengawasi setiap progres pembangunannya. Ini untuk menghindari rekanan-rekanan yang nakal, agar pembangunannya dapat maksimal,” tandasnya.

Terpisah, salah seorang warga Desa Sipagabu, Kecamatan Pakkat, Boru Mahulae mengaku, merasakan dampak pembangunan infrastruktur peningkatan jalan yang dilakukan Dosmar.

Itu diakuinya, dengan pembangunan peningkatan jalan alternatif Onan Ganjang-Pakkat, yakni Pulogodang-Temba sepanjang 1.350 meter x 4 meter. “Selama 14 tahun saya tinggal di Desa Sipagabu, baru ini lah ada pembangunan jalan hotmix. Kalau sebelumnya, sangat susah untuk dilintasi,” ungkapnya.

Istri dari marga Simbolon ini menambahkan, atas pembangunan itu merupakan kado Hari Kemerdekaan bagi warga sekitar.

“Bisa dibilang kami merdeka lah,” tambah marga Lumbangaol, salah satu warga saat berada di warung kopi boru Mahulae.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Banuarea, Alirman Manullang mengatakan, program peningkatan jalan mulai dari Pulogodang hingga ke Temba, sebelumnya telah dilakukan pembangunan jalan dari Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang, kini telah dirasakan masyarakat.

Sebelumnya, jalan alternatif Onan Ganjang ke Pakkat kondisinya memprihatinkan. Ini membuat masyarakat enggan membeli kendaraan roda 4, dikarenakan jalan yang rusak.

Alirman berharap, Dosmar memperhatikan jalan menuju desanya. Karena berdampak ke destinasi wisata Seribu Gua.

“Kita berharap, usai peningkatan jalan yang merupakan jalan alternatif ke destinasi wisata Seribu Gua tepatnya di Desa Banuarea juga diperhatikan,” paparnya.

Selain destinasi, Alirman memastikan perekonomian masyarakat akan berputar cepat dari hasil pertanian, semisal kemenyan, padi dan lainnya.

“Jalan ini sangat berpengaruh pada masyarakat dalam pertanian. Karena jika tidak tersentuh, masyarakat pasti malas bertani karena susahnya akses untuk menjual hasil panen mereka,” kata Alirman. (JS)