
Simalungun, Lintangnews.com | PTPN IV melalui Kebun Unit Bah Butong diduga membohongi Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Simalungun. Pasalnya, optimalisasi lahan ternyata mengkonversi tanaman teh ke kelapa sawit.
Terkait dugaan ini, Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani kepada wartawan menyampaikan, pihaknya juga turut menolak konversi tanaman teh ke kelapa sawit oleh Kebun Bah Butong di Kecamatan Sidamanik.
“Kami sudah berupaya menolak itu, dan telah memanggil manegemen Kebun Bah Butong dan menyurati Kantor Direksi (Kandir) PTPN IV Medan. Kami meminta supaya dipertimbangkan,” terang Timbul Jaya, Kamis (15/9/2022).
Kendati demikian, proses konversi di Kebun Bah Butong seluas 200 hektar lebih tersebut tetap berlanjut.
“Menurut penjelasan mereka (Kebun Bah Butong), itu lanjutan yang tertunda sebelumnya. Artinya, tidak ada konversi,” terang Timbul Jaya.
Diketahui, proses konversi tanaman teh ke kelapa sawit yang masih berlanjut dan memicu aksi demonstrasi dilakukan puluhan masyarakat hingga berulang kali belum lama ini, berlokasi di Afdeling I dan II.
“Yang Afdeling I dan II itu penanaman sawitnya masih berlanjut,” ungkap salah seorang warga inisial PR saat ditemui di sekitaran Kecamatan Sidamanik, Jumat (16//9/2022).
Sebelumnya, General Manager (GM) Distrik III, Agus Tobing bersama sejumlah staf pimpinan lainnya di hadapan Bupati, Radiapoh Hasiholan Sinaga menerangkan, pihak PTPN IV tidak ada melakukan konversi di lahan 257 hektar. Sedangkan kegiatan yang berlangsung di Kebun Bah Butong, hanya merupakan optimalisasi aset yang selama ini terlantar.
Agus mengatakan, polemik yang terjadi di masyarakat hanyalah mis komunikasi. Dimana warga selama ini sudah ada rasa takut dampak yang terjadi di Kebun Marjandi. Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Manager Kebun Marihat itu juga mengungkapkan, pihak PTPN IV mencintai teh.
”Kami tidak mengkonversi teh. Kegiatan di Kebun Bah Butong hanya mengoptimalisasi aset yang sudah terlantar bertahun-tahun,” ujar Agus kepada Bupati saat audensi di rumah dinas Jalan Suri-Suri, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Selasa (5/7/2022).
Agus menyampaikan, PTPN IV mencintai tanaman teh dan tidak akan mengganti logo Simalungun yang di dalamnya ada gambar teh.
Menurutnya, PTPN IV tetap mempertahankan 3.500 hektare tanaman teh dan berjanji, berkomitmen dalam optimalisasi aset, tidak akan menimbulkan banjir dan kerusakan lingkungan.
”PTPN IV berkomitmen dan berjanji, optimalisasi aset ini tidak akan merusak lingkungan dan banjir. Kami sudah menggandeng konsultan, dari desain blok dan lainnya, supaya optimalisasi aset ini tidak berdampak merugikan masyarakat,” tandas Agus.
Sementara Pangulu Nagori Bahal Gajah, Torkis Siburian menyampaikan pendapat yang berbeda.
“Kata bapak optimalisasi, tetapi bagi kami ini konversi. Ini berdampak buruk bagi kami masyarakat yang berada di sekitar perkebunan,” ucapnya dihadapan Bupati dan pihak PTPN IV.
Menurut Torkis, luas lahan direncanakan ditanami kelapa sawit 257 hektar sangat berdampak bagi warga yang berdampingan dengan Kebun Bah Birong Ulu. “Dampaknya, saat kemarau kekeringan. Dan saat hujan kebanjiran,” jelasnya.
Sementara, Bupati menegaskan, kegiatan yang saat ini berlangsung di Kebun Sidamanik dan Bah Butong harus memiliki kajian-kajian yang konkrit.
Radiapoh meminta agar pihak PTPN IV membuat sebuah kajian yang melibatkan konsultan ahli dan masyarakat setempat.
“Tentu ini semua harus ada kajiannya, tidak sulit membuat kajian, libatkan konsultan dan masyarakat,” tegasnya kepada pihak PTPN IV. (Rel/Zai)


