Siantar, Lintangnews.com | Wali Kota Siantar, Susanti Dewayani bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri penyuluhan kesehatan bagi pelajar SMA, dengan topik ‘Kesehatan Reproduksi Remaja dan Bahaya Seks Bebas serta Penyakit HPV (Human Papilloma Virus)’.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Medan, Riyads Ihksan menyampaikan, setiap tahun pihaknya melakukan sosialisasi bahaya narkoba dan seks bebas bagi perkembangan penyebaran HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja.
Dia mengatakan, seiring dengan perkembangan Danau Toba sebagai prioritas pengembangan pariwisata oleh pemerintah, tentunya akan mendatangkan peningkatan kunjungan wisatawan. Maka Siantar yang berada dekat Danau Toba tentu akan terimbas dari kegiatan pariwisata tersebut.
“Kita ketahui bersama peningkatan kegiatan pariwisata terkadang membawa efek negatif. Jika kita tidak antisipasi dari sekarang maka akan kebablasan. Sehingga tidak ada salahnya anak-anak kita, kita bekali dari sekarang pengetahuan tentang bahayanya penularan HIV/AIDS, Sehingga mereka nantinya lebih sadar resiko bahayanya terjangkit penyakit itu,” ucapnya.
Susanti dalam arahannya menuturkan, kegiatan dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia tanggal 1 Desember 2022 ini tentunya bertujuan membantu remaja agar memahami dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan reproduksi dan bahaya seks bebas dalam upaya mencegah penularan HIV/AIDS.
“Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, dimana para usia muda akan lebih banyak daripada usia tua,” terangnya.
Pemko Siantar, sambung Wali Kota akan bergerak dan bersinergi untuk menyiapkan para pelajar sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa dan pemimpin.
“Generasi muda harus menjadi generasi yang sehat dan kuat, baik sehat jasmani maupun rohani, sehingga menjadi harapan bangsa untuk meneruskan perjuangan bangsa,” ujarnya.
Lanjutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pelajar tentang bagaimana penyakit HIV/AIDS.
Wali Kota mengakui, ketika berbicara reproduksi dan seks pada remaja, masih terhambat paradigma tabu yang melekat. Akhirnya, banyak orang tua yang enggan membicarakan masalah tersebut.
“Padahal itu merupakan hal yang penting. Dengan kata lain, edukasi terkait reproduksi dan seks kepada remaja masih sangat lemah. Sehingga permasalahan remaja, khususnya di Indonesia menjadi mengkhawatirkan dan belum tertangani dengan baik,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota bersama Kapolres, AKBP Fernando menyerahkan Buku tentang Pancasila, roll banner, brosur, leaflet dan stiker kepada perwakilan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 4 Siantar secara simbolis.
Sementara itu, Kapolres memaparkan Undang-Undang (UU) yang mengatur tentang narkotika. Fernando juga menjelaskan jenis Narkotika dan bahayanya bagi tubuh.
“Kepada para pelajar agar menghindari penyalahgunaan narkotika. Dimana saat ini narkotika sudah banyak beredar,” tutur Kapolres.
Dia juga memaparkan, sebagian besar tahanan di Polres Siantar merupakan masalah narkotika.
“Jadi Siantar bisa kita bilang kota darurat narkoba. Jadi buat adik-adik apabila mengetahui ada pemakai dan penjual narkotika agar diberitahukan kepada kami. Apabila ada keluarga kita sendiri yang sudah kecanduan memakai narkoba agar disampaikan ke Polres Siantar untuk disarankan direhab,” tegas Fernando.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi oleh narasumber, dokter spesialis kulit dan kelamin, Dame Maria Pangaribuan dan Ahmad Fajar.
Usai pemaparan, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat oleh Wali Kota, Kapolres dan para narasumber kepada para perwakilan siswa-siswi.
Turut hadir, Ketua Fiesta Medan, Joice Sonia Panjaitan, Kasat Narkoba, AKP Rudi S Panjaitan, Kepala Badan Kesbangpol Sofie M Saragih, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Johanes Sihombing, Kabag Prokopim, Suherman dan perwakilan Kepsek SMAN 4 Siantar, Rahmad Nasution. (Elisbet)



