Tanjungbalai, Lintangnews.com | Menyikapi rumor yang beredar tentang adanya pungutan liar di (pungli) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungbalai Asahan beberapa waktu lalu, Kalapas, Sangapta Surbakti menyampaikan, informasi itu tidak benar.
Hal ini disampaikan Sangapta pada awak media dan DPP Lembaga Wanita Indonesia (LWI) saat melakukan klarifikasi di Joglo/Aula Terbuka Lapas Tanjungbalai Asahan baru-baru ini.
Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Umum LWI, Mahyunah Ritonga bersama Hanif dkk diterima langsung oleh Kalapas didampingi Kepala KPLP, S Hamonangan dan Kasi Binandik, Marlon Brando.
Sangapta yang bertugas sejak tanggal 21 November 2022 itu membantah adanya isu pungli di Lapas Tanjungbalai Asahan.
“Sejak bertugas, saya sudah mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk tidak ada melakukan pungli dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kalapas juga menyampaikan, telah mengumpulkan seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada tanggal 27 November 2022 untuk menjaga pola hidup sehat, mentaati tata tertib dan pelayanan di Lapas dinyatakan semuanya gratis.
“Semua pemberitaan itu fitnah, tidak benar dan saya membantahnya,” tegas Sangapta.
Perubahan secara pasti terus dilakukan oleh seluruh jajaran Lapas Tanjungbalai Asahan.
Bahkan beberapa waktu lalu, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat memberikan apresiasi pada Lapas Tanjungbalai Asahan, perihal peningkatan pelayanan prima terhadap masyarakat dan WBP.
Selain itu, Kalapas juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres Tanjungbalai selaku Ketua Tim Satgas Cyber Pungli dan Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk membantu apabilai ada anggota yang ‘nakal’.
“Kami juga memohon dukungan kepada seluruh elemen masyakat untuk perbaikan Lapas Tanjungbalai Asahan yang semakin baik. tahun ini Lapas Tanjungbalai Asahan harus menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK),” pungkas Kalapas mengakhiri. (Yuna)



