Labuhanbatu, Lintangnews.com | Pemerintah Desa (Pemdes) Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu siap memberdayakan Sumber Daya Alam (SDA) dan warga guna meningkatkan pendapatan tambahan demi menuju masyarakat yang mandiri, tangguh dan sejahtera.
Salah satu implementasi di atas direalisasikan dengan budidaya tanaman melon yang berwarna hijau kekuningan serta mengandung vitamin kaya serat dan nutrisi itu dapat ditanam di pekarang rumah. Selain simple, cost (pengeluaran) yang kecil akan dapat terjangkau oleh siapa pun.
Hal itu diungkapkan Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Abdullah Nasution ketika dihubungi wartawan melalui telepon selularnya, Kamis (23/2/2023).
Menurutnya, Gerakan Tanam Pekarang ini menjadi salah satu andalan program Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang harus digalakkan, dimana akan berdampak menciptakan pendapatan tambahan keluarga.
Selain melon, Abdullah mengatakan, akan ada tanaman tumpang sari jenis sayuran, seperti sawi, timun, cabai dan kacang panjang maupun kangkung.
“Saat ini warga masih banyak yang beli sayur. Kedepannya, warga menghasilkan sayur dari pekarangan,” ungkapnya.
Abdullah menyadari, 1.214 suara yang diperoleh secara sah dari 4.052 pemilih kala Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak waktu lalu, harus dapat membantu seluruh lapisan warga agar tidak terkotak-kotak lagi seperti kala pesta demokrasi lalu.
Salah seorang petani melon pekarangan rumah, Yusnita Saragih didampingi Mahdalena Damanik menuturkan, buah itu nikmat disantap karena manis dan banyak mengandung air. Melon yang masuk kategori jenis buah labu-labuan itu juga dapat dijadikan jus maupun salad buah.
Hanya saja mereka tidak berharap banyak dengan program uji coba itu. Sebab menanam buah di daerah rawa memiliki resiko tinggi akan musim banjir. Namun disiasati dengan membuat bedengan guna menghindari resiko dimaksud.
“Kami bersyukur, karena kegiatan itu didukung Pemdes Sidomulyo dan PKK. Namun karena keterbatasan waktu dan areal tanam, maka tidak dapat menjanjikan keuntungan yang lebih besar. Ini gerakan pekarangan hasilkan uang,” kata Yusnita. (Sofyan)



