Deli Serdang, Lintangnews.com | Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Medan I memusnahkan ikan cupang (Betta SP) sebanyak 182 ekor yang masuk ke Indonesia dari Kuala Lumpur Malaysia tidak dilengkapi dokumen resmi.
Pemusnahan yang dilaksanakan di kantor BKIPM Medan I, Jalan Karantina Ikan, Desa Araskabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Rabu(17/5/2023) itu dihadiri Kepala BKIPM Medan I, Nandang Koswara, Kepala Bea Cukai Bandara Kualanamu, Elfi Haris, Kepala Koordinator Sub Hewan Karantina Pertanian, Fery Simanjuntak dan pejabat Avsec Bandara Kualanamu.
Nandang mengucapkan terima kasih, apresiasi dan sinergitas untuk tim kepabeanan Bandara Kualanamu, sehingga upaya pemasukan secara ilegal media pembawa berupa ikan cupang dari Malaysia sebanyak 182 ekor.
Menurutnya, ini terjadi Kamis (11/5/2023) sekita pukul 14.00 WIB dengan memakai pesawat Air Asia warga negara Malaysia dengan sengaja memasukan ikan itu ke Indonesia dalam rangka mengikuti kontes ikan hias.
“BKIPM Medan I dalam hal ini tidak main-main menyangkut amanah dari Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan. Apabila ada media pembawa dari luar masuk ke Indonesia tidak dilaporkan ke petugas, serta tak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan tak melalui bandara yang ditetapkan, itu merupakan pelanggaran UU Nomor 16 tahun 2019. Tentunya harus diproses dan dilakukan tindakan karantina,” paparnya.
Disampaikan Nandang, upaya pemasukan tak resmi itu dikhawatirkan tersebarnya penyakit baru ke Indonesia.
“Bayangkan 1 ekor saja pun kalau ada ikan masuk ke Indonesia tanpa melewati sensor Bea Cukai dan Karantina dapat dibayangkan menjadi penyebaran penyakit yang luar biasa di Indonesia. Itu akan mengancam budidaya ikan atau keberlangsungan ikan tersebut,” imbuhnya.
Dia berharap, dengan penggagalan ini, maka kerja sama dan sinergitas sebagai entitas semakin erat terjalin.
Hal senada disampaikan Elfi Haris. Dia menuturkan, sinergi mau tak mau harus dilaksanakan saat ini, apalagi di Bandara Kualanamu.
“Saat ini sinergi sudah berjalan cukup baik dan ini salah satu bukti kita berhasil menggagalkan penyeludupan media pembawa hama. Kedepan akan kita tingkatkan terus saling berbagi informasi. Bila perlu kita gunakan tehnik-tehnik baru untuk mengantisipasi penyeludup yang mengunakan tehnik juga,” papar Elfi. (Idris)



