Humbahas, Lintangnews.com | Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) melaksanakan Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) Katolik dipusatkan di Gereja dan Aula Paroki St Yohannes Pembaptis Pakkat, Minggu (10/9/2023).
Ketua Panitia, Sahat Pane menjelaskan Pesparani Katolik menggelar 4 jenis perlombaan yaitu lomba paduan suara, cerdas cermat rohani, menyanyikan mazmur dan bertutur kitab suci.
Pesparani Katolik ini diikuti 4 paroki yaitu Dolok Sanggul, Lintongnihuta, Parlilitan dan Pakkat sebagai tuan rumah. Kegiatan Pesparani ini diharapkan betul-betul menyatukan kebersamaan dalam keberagaman, mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Kita semua akan menjadi juara, ada 4 paroki, minimal juara harapan I. Berarti semua juara. Kita sudah datang dengan sukacita, pulangpun harus penuh dengan sukacita dan semangat. Namun yang paling utama dalam Pesparani ini adalah kebersamaan kita dalam memuji dan memuliakan nama Tuhan, ucap Sahat Pane.
Hadir dalam Pesparani itu, Bupati, Sosmar Banjarnahor diwakili Sekda, Tonny Sihombing bersama para pimpinan OPD, Anggota DPRD Humbahas, Poltak Purba ST dan Masria Sinaga, Camat Pakkat Ida Hayanti Marbun dan lainnya.
Sambutan Bupati yang disampaikan Tonny mengatakan, Pemkab Humbahas menyambut gembira pelaksanaan Pesparani Katolik kelima ini.
Menurutnya, megiatan seperti ini sangat besar manfaatnya, tidak hanya untuk pengembangan Pesparani kedepan. Tetpi juga mendukung salah satu program Pemkab Humbahas yaitu meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Gereja merupakan sarana untuk berkumpul bersama dengan seiman dalam memuji dan memuliakan nama Tuhan. Dapat menjalin silahturahmi untuk semakin mempererat rasa persaudaraan diantara jemaat yang datang dari seluruh Kabupaten Humbahas. Kegiatan yang sudah berjalan 5 kali di Humbahas, diharapkan dapat membawa dampak positif yang lebih baik lagi,” ungkapnya.
Dikatakan lagi, Pesparani tidak sekedar menjadi ajang perlombaan semata namun juga sebagai upaya pembinaan mental, spiritual dan moral, memupuk tali persaudaraan, rasa kebersamaan dan kesatuan umat Katolik.
“Dengan kegiatan ini dharapkan dapat mengembangkan kreatifitas seni budaya yang hidup dalam tata ibadah sekaligus meningkatkan mutu paduan suara, pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar peserta dari Paroki di Humbahas,” kata Dosmar.(rel)



