Siantar, Lintangnews.com | Warga Provinsi Sumatera Utara bakal mengarak kain Ulos sepanjang 1.000 meter di Kawasan Danau Toba, tepatnya pada peringatan Hari Ulos 2023 yang akan digelar 15 sampai 17 Oktober 2023 mendatang.
Hal itu diungkapkan oleh perwakilan Yayasan Pusuk Buhit ketika menggelar pertemuan sekaligus ramah tamah bersama para tokoh masyarakat Siantar-Simalungun di Sekretariat Tumpuan Hasadaon Saragih Garingging dan Boru, Panogolan Kota Pematangsiantar, Jalan Sisingamangaraja, Kota Siantar, Minggu, 10 September 2023.
Raja Hasoge Timbul Panjaitan, mewakili Yayasan Pusuk Buhit didampingi Fony Sitanggang mengaku, kondisi cuaca yang buruk dengan hujan lebat disertai angin kencang tak membuat pertemuan tersebut menjadi terkendala.
Kendati demikian, dia tetap memutuskan agenda pembahasan dan persiapan dalam rangka memperingati Hari Ulos 2023 bersama para tokoh masyarakat setempat bisa berjalan lancar.
“Pertemuan ini dalam rangka persiapan untuk memeriahkan Hari Ulos 2023 yang akan digelar di Kawasan Danau Toba, pada 15 sampai 17 Oktober 2023,” ujar Timbul melalui siaran persnya, Senin (11/9/2023).
Pria yang dikenal sebagai tokoh marga Panjaitan di Siantar ini menjelaskan, pertemuan dan ramah tamah ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan langkah bersama dari seluruh elemen masyarakat dalam memeriahkan Hari Ulos 2023.
Dia mengatakan, Yayasan Pusuk Buhit telah mengagendakan rencana kegiatan Hari Ulos 2023 pada tanggal 15 sampai 17 Oktober 2023 di Kawasan Danau Toba.
“Yayasan Pusuk Buhit merupakan lembaga nirlaba yang berkonsentrasi pada kegiatan kebudayaan dan adat Batak. Yayasan ini berkedudukan di Kabupaten Samosir dan diketuai oleh Effendi Naibaho,” ujarnya lebih rinci.
“Dan, Yayasan Pusuk Buhit ini sudah terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham,” sergahnya kemudian.
Ia menjelaskan, Yayasan Pusuk Buhit selalu berperan aktif dalam kegiatan memperingati Hari Ulos pada setiap tahunnya. Terutama karena Ulos merupakan warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pada 17 Oktober 2014 lalu.
“Sejak ditetapkannya Ulos menjadi warisan budaya tak benda, Yayasan Pusuk Buhit terus berkegiatan dan mengembangkan gagasannya untuk memperingati dan memeriahkan Hari Ulos di setiap tahunnya,” ujar pria yang bergelar Magister Pendidikan atau M.Pd itu.
Kain Ulos Sepanjang 1.000 Meter
Lebih lanjut, pegiat sekaligus pemerhati budaya Batak ini menjelaskan, Yayasan Pusuk Buhit bersama tim kerja Hari Ulos 2023 akan mengarak kain Ulos sepanjang 1000 meter pada tanggal 15 sampai 17 Oktober 2023 mendatang. Kain Ulos ini merupakan hasil produksi Kyan Ulos Siantar, yang dirancang khusus dengan berbagai motif dari 5 puak Batak yaitu, Toba, Simalungun, Karo, Angkola dan Pakpak.
“Ulos mulai akan diarak pada 15 Oktober 2023. Diberangkatkan dari Jembatan Tanah Ponggol Pangururan, Tele, Dolok Sanggul, Siborong-borong, Balige. Dan selanjutnya, 16 Oktober diarak lagi dari Open Stage Pagoda Parapat, kemudian 17 Oktober 2023 berlanjut ke Merek Tanah Karo, ke Sidikkalang Dairi, kemudian kembali lagi ke Pangururan, Kabupaten Samosir,” jelas Timbul.
Sebagaimana diketahui, susunan tim kerja Hari Ulos 2023 dari Siantar-Simalungun yaitu Fony Sitanggang, Rospita Sitorus, Raja Hasoge Timbul Panjaitan, Raja Tonggo P Sihotang, dan Jayadi Sagala.
Dalam memeriahkan Hari Ulos pada 16 Oktober 2023 di Siantar dan Simalungun akan melibatkan masyarakat luas dengan pawai dan arak-arakan kain Ulos di Parapat.
Oleh karena itu, tim kerja Hari Ulos 2023 perlu bersinergi dan bekerjasama dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh-tokoh adat dan masyarakat Siantar dan Simalungun.
“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat Batak, mulai dari pengurus perkumpulan marga-marga Batak, tokoh adat dan tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda turut ambil peran, berpartisipasi secara moral maupun materil, agar pelaksanaan Hari Ulos 2023 semakin meriah dan semarak lagi,” ujar Timbul dengan penuh optimisme.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC Partuha Maujana Simalungun (PMS), Kawan Jatinggi Purba menyarankan, Pengurus Yayasan Pusuk Buhit dan tim kerja Hari Ulos 2023 agar mengunjungi Raja Marpitu di Simalungun. Selain itu, juga audiensi dengan Wali Kota ¢iantar dan Bupati Simalungun.
“Kita sangat merindukan kegiatan pawai Ulos sepanjang 1.000 meter ini, agar diarak juga di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun, tapi diperlukan restu atau dukungan dari Raja Marpitu Simalungun serta Kepala Daerah setempat,” ujar Kawan>
Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Pengurus Hasadaon Saragih Garingging (Janner Saragih Garingging), Pengurus Sirajaoloan (St Raja Tonggo P Sihotang), Pengurus Silahi Sabungan (St Pintoa Tambun), Pengurus Marga Samosir, Pengurus Patogar dan Boruna, Manto Siregar dan Pengurus DPC PWI Kabupaten Simalungun, Tumpak Panjaitan, serta Pengurus Marga Hutagaol dan Boruna (D br Hutagaol), Pengurus Marga Purba dan Boruna Kota Siantar Simalungun, Pengurus Marga Sagala dan Boruna, Pengurus Marga Manurung dan Boruna, Pengurus Marga Sinaga dan Boru, serta perwakilan penenun kain Ulos Viktor Panjaitan dan D Sagala.
Di akhir pertemuan tersebut, Kyan Ulos menyerahkan Stola kepada seluruh peserta yang hadir sebagai pertanda kesiapan mereka dalam mendukung dan memeriahkan Peringatan Hari Ulos 2023 di Kawasan Danau Toba, pada 15-17 Oktober 2023 mendatang.
Kiprah Yayasan Pusuk Buhit
Di tengah kuatnya arus budaya asing yang masuk di Sumut, Yayasan Pusuk Buhit terus aktif menggeluti kebudayaan Batak.
Bahkan, saking gandrungnya, dalam setiap tahunnya Yayasan Pusuk Buhit selalu menggelar kegiatan kebudayaan Batak untuk setiap memperingati Hari Ulos.
Pada 2015, Yayasan Pusuk Buhit untuk pertama kalinya mendeklarasikan kegiatan Hari Ulos di Sekretariat Punguan Pomparan Siraja Oloan dan Boru Bere se Indonesia, di Jalan Sei Galang, Kota Medan.
Acara yang diketuai Marthalena boru Pasaribu dan Nyony Ray Sinambela itu berjalan lancar dan sukses. Pada kesempatan itu, Effendy Naibaho turut hadir memandu berjalannya acara tersebut, dan Manguji Nababan hadir dengan berorasi tentang Ulos.
Pada 2016, Yayasan Pusuk Buhit kembali melaksanakan Seminar Ulos di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Sumatera Utara (USU), di Kota Medan.
Seminar ini diketuai Murni Huber Tobing, pemandu acara, Ritha Tambunan, dihadiri oleh Dekan Fisip USU, Murianto Amin dan Effendy Naibaho dari Yayasan Pusuk Buhit, yang keduanya sekaligus sebagai narasumber seminar tersebut.
Tahun 2020, Yayasan Pusuk Buhit menggelar arak-arakan kain Ulos sepanjang 500 meter di Lapangan Merdeka, Kota Medan. Ulos tersebut merupakan milik Bank Indonesia (BI). Kegiatan ini diketuai Nelly Sihite dan hadir Ritha Tambunan yang merupakan dosen Fisipol USU sekaligus menjadi orator dalam acara tersebut.
Tahun 2021, perayaan Hari Ulos diadakan di Plaza Jalan Kapten Muslim Kota Medan. Berikutnya, 2022, arak-arakan kain Ulos sepanjang 700 meter di Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir. Kain Ulos tersebut merupakan hasil produksi Kyan Ulos Siantar.
Kegiatan ini diketuai Agnes Tamba bersama Pengurus Punguan Situmorang dan Boru. Semaraknya acara itu membuat masyarakat setempat terpukau dan senang. Sebabnya, kain Ulos sepanjang 700 meter itu diarak beramai-ramai oleh masyarakat, mahasiswa dan pelajar dan organisasi kepemudaan seperti Pemuda Pancasila (PP) dan organisasi lainnya. (Edo)



