Ada Tangkahan Batu Ilegal Melewati Jalan Kebun Laras, Manajemen akan Tindak Tegas

Tampak 2 orang pekerja batu padas di Sungai Bahapal di tangkahan Syamsuri sedang beraktivitas.

Simalungun, Lintangnews.com | Adanya aktivitas penambangan batu padas atau batu sungai diduga ilegal di pinggiran Sungai Bahapal, tepatnya di Afdeling II Nagori Naga Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun terus berlangsung meski sudah berulang kali dilarang oleh pihak PTPN IV Kebun Laras.

Menelisik kebenaran informasi itu, Kamis (2/5/2022), di lokasi tangkahan yang melewati jalan di areal Kebun Laras, terlihat pekerja mecongkel batu padas. Kemudian dimuat ke truk untuk dijual ke proyek-proyek yang memesannya.

Supir truk menuturkan, mereka membeli batu padas dengan harga Rp 60 ribu oer kubik. Kemudian dijual Rp 150 ribu per kubik setelah diantar ke tempat dan itu tergantung jarak pengantaran.

Sementara pekerja penambang batu mengaku, dari harga Rp 60 ribu per kubik, Rp 40 ribu untuk mereka. Sedangkan yang Rp 20 ribu merupakan hak pemilik tangkahan.

“Kami hanya pekerja, kalau tangkahan ini milik pak Syamsuri. Kalau di atas ada juga pemiliknya Kempeng. Sementara di atasnya lagi milik Rambo,” kata pekerja di lokasi.

Para pekerja menyampaikan, menurut penyampaian pemilik lahan, mereka bisa terus bekerja di lokasi itu atas ijin dari Koordinator Keamanan (Korkam) Kebun Laras.

Sementara Asisten Personalia Kebun (APK) Kebun Laras, Fatijaro Halawa kepada wartawan mengatakan, kegiatan itu sudah dihentikan. Itu setelah APK dikirimi wartawan dokumentasi aktivitas penambangan, Ia mengatakan, akan memerintahkan anggotanya untuk meninjau ke lokasi dan segera menindak.

Sedangkan Korkam Kebun Laras, Yunus yang menghubungi wartawan mengatakan, pihaknya telah berulangkali melarang aktifitas penambangan melewati lahan perkebunan, bahkan sudah membuat palang agar tidak bisa lewat. Ia juga membatah memberikan ijin untuk itu apalagi menerima sesuatu dari pemilik tangkahan.

“Siapa yang bilang, itu tidak ada. Justru kita sudah melarang mereka lewat dari areal perkebunam karena seakan-akan kita mendukung. Makanya sudah kita palang. Kalau saat ini masih ada penambangan berarti ada yang bermain disini, saya akan tidak tegas tutup jalan itu,” kata Yunus. (Rel/Zai)