Akibat Hog Cholera, Peminat Daging Babi di Siantar Mulai Menurun

338
Penyakit Hog Cholera.

Siantar, Lintangnews.com | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemko Siantar mengeluarkan surat edaran sehubungan dengan adanya wabah penyakit hewan menular (Hog Cholera atau demam babi) pada ternak babi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

Dalam hal ini, surat edaran tertanggal 31 Oktober 2019 ini, pedagang ternak babi dihimbau dilarang mengedarkan atau memasarkan daging ternak babi yang terindikasi penyakit Hog Cholera ke pasar-pasar di Siantar, dengan gejala-gejala adanya bintik-bintik biru daerah kulit (kulit kerumunan).

Ali Akbar selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemko Siantar dalam surat itu ‘mengancam’ pedagang apabila tak mematuhi surat edaran tersebut.

“Apabila edaran ini tidak dilaksanakan dengan baik, maka dinas terkait akan memberikan tindakan tegas kepada pedagang,” tutupnya.

Salah seorang pedagang, R boru Sagala mengaku, akibat isu tersebut, peminat daging babi mulai menurun.

“Mulai sepi bang, padahal masalah Hog Cholera sebenarnya belum ada di Siantar,” tandasnya. (Elisbet)