Akibat Kelalaian Paradep Taxi, Tiket Pesawat Satu Keluarga Hangus Rp 12 Juta

Aris Tampubolon keluarga konsumen yang mengalami kerugian hingga Rp 12 juta.

Siantar, Lintangnews.com | Niat satu keluarga ingin balik ke Kota Bekasi akhirnya batal dikarenakan mereka ketinggalan pesawat, Senin (10/6/2019).

Itu terjadi karena tidak profesionalnya pelayanan Paradep Taxi terhadap konsumen.

Hingga sampai saat ini pihak Paradep Taxi dinilai tidak mau mempertanggung jawabkan dan mengganti rugi atas hangusnya tiket pesawat konsumen sebesar Rp 12 juta.

Hal itu dikatakan Aris Tampubolon (27) saat ditemui di loket Paradep Taxi Siantar,di Jalan Sutomo, Kecamatan Siantar Timur. Tujuannya meminta pertanggungjawaban pihak Paradep Taxi.

Aris menuturkan, Senin kemarin, mereka mendatangi loket Paradep  Taxisekira pukul 14.30 WIB. Kemudian ia pun memesan tiket taksi untuk 7 orang. Saat memesan tiket itu, Aris menyampaikan kepada kasir mereka akan berangkat sekitar pukul 18.20 WIB.

“Waktu saya bilang begitu, dijawab orangnya bisa menyanggupinya kalau kami akan sampai di Kuala Namu sebelum pukul 18.20 WIB,” ujar Aris.

Satu jam lebih menunggu di sana, mereka kemudian berangkat dari loket Paradep Taxi sekira pukul 15.45.

“Kami pikir kalau berangkatnya jam 15.45, waktunya masih terkejar. Perjalanan 2 jam dan sekira pukul 18.00 WIB sudah sampai,” jelas Aris.

Namun, saat tiba di Tol Tebingtinggi, taksi yang mereka tumpangi mogok. “Mogok sampai 15 menit,” ucap pria 27 tahun ini.

Hingga akhirnya, mereka tiba di Bandara Kuala Namu sekira pukul 18.20 WIB dan pesawat sudah berangkat.

“Tiket pesawat sudah dipesan. Harganya Rp 12 juta untuk 9 orang. Kami juga sudah check in online duluan. Jadi tinggal masukkan barang saja kalau sampai pukul 18.00 WIB,” paparnya.

Menurut Aris, atas kejadian itu, manajemen Paradep Taxi tidak profesional. “Harusnya kalau waktunya tidak bisa mereka kejar, ya disampaikan. Karena waktu pesan tiket taksi, kami sudah sampaikan jam keberangkatan pesawat kami. Kalau tidak bisa, kenapa disanggupi?,” beber warga Jalan Handayani, Kecamatan Siantar Sitalasari ini.

Aris juga kecewa dengan tidak adanya tanggungjawab manajemen Paradep Taxi atas peristiwa itu.

“Mengelak lah. Mereka bilang hanya mengganti tiket taksi aja. Tiket pesawat mereka nggak mau tahu. Sudah 2 hari ini kami ke sini. Tapi, tidak ada solusi,” jelas Aris.

Atas peristiwa itu, Aris berencana melapor ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Siantar dan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta.

Hingga berita ini turun ke meja redaksi, pihak manajemen Paradep Taxi belum dapat dimintai keterangan. (irfan)