Anak Jalanan Minta Caleg Tak Menebar Janji Semata

Imran Nasution dan Ferry Napitupu Relawan Demokrasi KPUD Siantar foto bersama dengan puluhan anak jalanan dan pembina anak jalanan R boru Silalahi.

Siantar, Lintangnews.com | Untuk mengumpulkan anak jalanan di Kota Siantar sebenarnya tergolong sulit.

Dibutuhkan konsentrasi dan komunikasi positif untuk memanggil mereka agar berkumpul di Lapangan Merdeka atau Taman Bunga, Kamis (31/1/2019).

Sebanyak 25 orang lelaki dan ada 3 perempuan berkumpul, mereka ternyata tertarik mendengar sosialisasi soal Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang disampaikan Relawan Demokrasi KPUD Kota Siantar.

Dengan berkaos oblong serta celana pada bagian lutut bolong sambil menyandang gitar, okulele termasuk membawa kecimpring, anak jalanan itu langsung lesehan di semen lokasi Taman Bunga bagian belakang, depan Siantar Hotel.

Sebelum Imran Nasution dan Ferry Napitupulu, Relawan Demokrasi KPUD Siantar mulai memasuki materi sosialisasi, anak jalanan itu diminta membawakan lagu dan yang disenandungkan adalah lagu yang sedang ‘ngetren ‘Sayur Kol’. Bahkan, petikan gitar dan vokal mereka terdengar serasi. Tidak kalah merdu dibanding dengan lagu aslinya.

Setelah Relawan Demokrasi memperkenalkan diri dan memaparkan tentang Pemilu, apa penting serta bagaimana menuaikan pemilihan pada 17 April 2017, anak jalanan itu tampak serius mendengarkannya.

Apalagi lebih dari setengah dari anak jalanan itu mengaku sudah terdaftar sebagai pemilih meski ada yang belum terdaftar tetapi sebagian mempunyai e-KTP.

Imran Nasution seorang Relawan Demokrasi KPUD Siantar saat memberikan penjelasan tentang Pemilu kepada anak jalanan.

“Dalam Pemilu, kedudukan anak jalanan dengan para pejabat, wakil rakyat atau mereka yang punya harta berlimpah tidak ada beda. Semua sama, sama-sama punya nilai satu suara. Karena itu, suara kita sangat berarti untuk para Caleg yang ingin jadi anggota DPR maupun jadi Presiden,” ujar Imran Nasution melalui toa atau pengeras suara tangan.

Ia juga menjelaskan, tentang 5 surat suara yang akan dicoblos para pemilih. Warna hijau untuk memilih DPRD Siantar, biru untuk DPRD Propinsi, kuning untuk DPR RI, merah untuk memilih DPD dan warna abu-abu untuk memilih Presiden.

Namun, sebelum melaksanakan pemilihan, anak jalanan yang sudah terdaftar sebagai pemilih dihimbau lebih dulu mengamati siapa-siapa Calon Legislatif (Caleg) yang pantas dipilih untuk bisa memperhatikan nasib rakyat. Terutama para anak jalanan yang selama ini kurang diperhatikan atau termarginalkan.

Selanjutnya, dijelaskan skema tentang lokasi Tempat Pemilihan Suara (TPS). Sebelum masuk ke lingkungan TPS, sejatinya lebih dulu mengamati daftar Caleg yang akan dipilih dan itu ada terpampang di sebelah kiri pintu masuk TPS. Sehingga, saat masuk ke bilik suara tidak terlalu repot memilih Caleg yang sudah ditentukan karena lebar surat suara seperti ukuran surat kabar.

Pada kesempatan itu dijelaskan juga tentang anak jalanan yang namanya tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), tetapi punya e-KTP untuk segera melapor ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) tempat mereka tinggal. Sehingga masuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan itu sudah harus dilakukan 30 hari sebelum tanggal 17 April 2019.

Usai pemaparan Pemilu dan Pipres, dilakukan tanya jawab. Dan, anak jalanan juga mengajukan pertanyaan bahkan pernyataan. Di antara, apabila Caleg yang mereka pilih duduk di jajaran kursi legislatif, wajib memperhatikan nasib anak jalanan.

“Kita siap mensukseskan Pemilu dan Pilpres untuk turut memilih. Tapi, kita minta para Caleg itu tidak menebar janji semata. Tapi, setelah duduk harus melaksanakan janjinya. Memperhatikan nasib ank jalanan,” ujar Ramot Sinurat seorang anak jalanan.

Sementara, pembina anak jalanan R boru Silalahi yang memiliki cafe di sekitar Taman Bunga mengucapkan terima kasih kepada Relawan Demokrasi karena bersedia menyapa anak jalanan dan memberi pemahaman soal Pemilu serta Pilpres.

“Anak jalanan adalah aset bangsa. Mereka bukan sampah. Mereka punya bakat seni yang seharusnya diperhatikan untuk bisa lebih baik lagi. Jadi kalau Caleg duduk, anak jalanan harus diperhatikan dan bisa mengangkat harkat diri sesuai dengan bakat masing-masing,” ujar boru Silalahi.

Usai pertemuan, para anak jalanan dengan senang hati berpoto bersama dan berjanji untuk ikut mensukseskan Pileg dan Pilpres 17 April 2019 mendatang. (rel)