Anggota Polisi Salah Satu Korban Bentrokan Warga Natumingka dan PT TPL

Salah satu personil Polres Toba mengalami luka-luka.

Toba, Lintangnews.com | Aksi penolakan warga Desa Natumingka, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba terhadap PT Toba Pulp Lestari Tbk (PT TPL), Selasa (17/5/2021) yang berujung bentrok dan menimbulkan korban luka banyak menuai kontroversi.

Banyak pihak beranggapan, bentrokan itu hanya menimbulkan korban luka dari masyarakat Natumingka. Sementara dari pihak PT TPL dan Kepolisian banyak juga mengalami hal yang sama.

Kasubag Humas Polres Toba, Iptu B Samosir mengatakan, jika petugas turut juga menjadi korban sewaktu melakukan pengamanan aksi penolakan warga Natumingka.

Menurutnya, sebanyak 15 personil orang termasuk dari Polsek Habinsaran berusaha mendinginkan situasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari kedua belah pihak.

“Dalam hal ini, Polres Toba netral dan tidak memihak,” terang Iptu B Samosir, Jumat (21/5/2021).

Sebelumnya, warga Natumingka yang menjadi korban sudah melakukan pengaduan ke Polres Toba di antaranya, Wardy Simanjuntak (28), Hasiholan Hutapea (45), Jefri Waldy Tambunan (36) dan Tiominar Simanjuntak (61).

Hingga saat ini Polres Toba belum menerima pengaduan dari PT TPL terkait peristiwa bentrokan itu.

Menurut Manager PT TPL Sektor Habinsaran, Tigor Manalu Tigor Manalu, pihak perusahaan masih menunggu petunjuk pimpinan untuk melakukan pelaporan ke polisi.

Tigor menuturkan, saat kejadian ada 5 orang pekerja perusahaan termasuk satuan pengamanan yang terpaksa harus dirawat.

Korban luka 3 orang petugas securty yakni, Teddi Panjaitan, Basir Nababan dan Setia Simatupang. Sementara pekerja, Firmanwati Zega dan Sulaiman Zalukhu.

Sebelumnya, lahan yang selama ini dikelola perusahaan penghasil pulp itu diklaim milik warga Natumingka. Sementara PT TPL berpendapat lain, dan menYatakan status lahan ITU merupakan hutan negara yang mereka kelola sesuai aturan yang berlaku (HPH) berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.493/Kpts-II/92 tanggal 01 Juni 1992.Jo SK.307/MenLHK/Setjen/HPL.P/7/2020 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri.

Namun karena perbedaan pendapat, kedua kubu mempertahankan tanah itu hingga berujung bentrok, serta menimbulkan korban luka kedua belah pihak dan Polres Toba. (Aldy)