Simalungun, Lintangnews.com | Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pematang Siantar yang dihuni 1.731 orang Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) dan 140 orang petugas sangat rentan terpapar.
Dalm hal ini, Lapas Siantar berkomitmen untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes) dari waktu ke waktu.
Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Siantar, Rudy F Sianturi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/5/2021). Menurutnya, ada beberapa tindakan dilakukan pihaknya sesuai dengan penerapan prokes.
“Lapas Siantar telah melakukan kegiatan vaksinasi pada seluruh petugas dalam 2 tahap bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Simalungun dibantu Puskesmas Batu Enam,” sebutnya.
Selain itu, Lapas Siantar juga melaksanakan langkah-langkah pencegahan yang telah berjalan, seperti tidak menerima layanan kunjungan dan hanya titipan barang maupun makanan.
“Kegiatan ini sudah berlangsung sejak bulan April 2020 sampai saat ini. Hal ini akan terus berlangsung sampai batas waktu yang tidak bisa diprediksi, hingga pandemi Covid-19 selesai,” sebut Rudy.
Berikutnya, areal Lapas Siantar wajib memakai masker, cuci tangan dan cek suhu tubuh. Ini berlaku bagi seluruh petugas Lapas, tamu dinas bahkan siapa pun yang ingin masuk ke dalam Lapas dalam berbagai urusan.
“Kita juga melakukan pembagian masker dan vitamin kepada petugas maupun WBP. Penyemprotan kamar WBP dan wilayah perkantoran secara berkala. Termasuk penerimaan tahanan baru juga dengan menerapkan prokes,” papar Rudy.
Untuk tahanan baru yang dititipkan, pihak Lapas tetap melakukan rapid test dan penyemprotan, serta isolasi mandiri selama 14 hari sebelum berbaur dengan WBP lainnya.
Lapas Siantar juga menyediakan layanan video call kepada keluarga dan sidang secara online bagi WBP. Sidang online juga sudah berlangsung sejak bulan Mei tahun lalu dan ini merupakan kebijakan yang diterapkan pihak Mahkamah Agung (MA).
“Pada dasarnya bahaya Covid-19 ini merupakan ancaman dunia yang harus kita waspadai dan tidak boleh dianggap biasa. Untuk itu saya menegaskan kepada seluruh petugas agar tetap menerapkan prokes. Dan paling penting untuk tidak keluar kota ( mudik). Karena kita tidak bisa prediksi siapa saja bisa terpapar dan membawa virus mematikan itu,” ucap Rudy.
Dia juga menuturkan, pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup yang sehat melalui berolahraga dan minum vitamin sebagai anti body. (Zai)



