Baju Olah Raga dan Gambar Presiden, Ini Oknum Disebut Pemasoknya di Simalungun

Simalungun, Lintangnews.com | Pakaian olah raga untuk siswa-siswi SD se Kabupaten Simalungun sudah didistribusikan dan pembayarannya berlaku mulai Kamis (31/10/2019).

“Sudah dibagi melalui guru-guru. Dan pembayarannya mulai besok, Kamis (31/10/2019),” ungkap salah seorang tua dari seorang murid yang mengenyam pendidikan di salah satu SD Negeri, Rabu (30/10/2019).

Kepada murid, baju olah raga dijual seharga Rp 120 ribu dan pembagiannya dilakukan di dalam ruang belajar. “Dibagi dalam ruang belajar. Harganya Rp 100 ribu dan wajib bayar,” jelasnya.

Informasi diperoleh, 2 orang pengusaha diduga sebagai pemasok bermarga Nadeak dan Naibaho. “Itu lah yang main untuk tingkat SD,” sebut salah seorang sumber.

Konon, bermarga Naibaho dan Nadeak diduga sebagai perpanjangan tangan dari J Purba.

Sementara, dari lingkup di Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun, oknum Kepala Bidang (Kabid) SMP, Orendina Lingga diduga berencana sebagai pemasok gambar Presiden-Wakil Presiden dan meubelair (bangku dan meja belajar murid).

Terungkapnya Orendina Lingga mempasok meubelair ke sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) SMP. “Sok bersihnya itu. Kepsek yang bilang. Makanya, kita lihat lah nanti,” ujarnya.

Diketahui, baru-baru ini sejumlah SMP melakukan rehabilitasi ruang belajar dan guru. Di antaranya, SMP Negeri 1 Perumnas, Kecamatan Siantar, diduga dipihak ketigakan yang seharusnya swakelola.

Lusman Siagian saat dikonfirmasi, Senin (28/10/2019) sekira pukul 15.00 WIB menyebutkan, mengenai rehabilitasi ruang belajar sekolah dikelola Kepsek. “Karena itu swakelola,” katanya, singkat.

Sebelumnya, Orendina Lingga disebut memasok spanduk dan kalender melalui perpanjangan tangannya saat menjelang PSB (Penerimaan Siswa Baru) sekira bulan Juli 2019.

“Bulan Juli itu dipasok. Menjelang penerimaan murid baru. Bukan dia (Orendina) langsung ke SMP. Kan ada supirnya. Supir nya itu lah yang menjalankan di lapangan,” jelas salah seorang Kepsek SMP, Senin (28/10/2019) sekira pukul 16.00 WIB.

Sejauh ini, biaya untuk spanduk dan kalender yang dipasok, Orendina Lingga belum dibayar masing-masing Kepsek SMP. “Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair. Harganya Rp 300 ribu,” kata sumber.

Sementara Orendina Lingga saat coba ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/10/2019) sekira pukul 14.30 WIB tidak ada di tempat. Namun, ketika ke luar dari ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Elpiani Sitepu di lantai 2 dan melihat kedatangan wartawan, Orendina Lingga langsung kabur. (Zai)

 

Kabid SMP Disdik Simalungun, Orendina Lingga.