Bamagnas Tebingtinggi Sambut Baik Usulan NU Hapus Istilah Kafir

Pengurus Bamagnas saat audensi ke kantor Kemenag Tebingtinggi beberapa waktu lalu.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Badan Musyawarah Gereja Nasional (Bamagnas) Kota Tebingtinggi menyambut gembira rekomendasi penghapusan istilah kafir untuk Warga Negara Indonesia (WNI) non muslim yang telah lahir dari usulan  Nahdlatul Ulama (NU) pasca menggelar Musyawaran Nasional (Munas) dan Konferensi Besar NU baru-baru ini.

Bahkan Pdt S Sianturi selaku Ketua Bamagnas, Kamis (7/3/2019) di kediamannya Jalan M Yamin Kampung Keling, Kecamatan Rambutan menyambut gembira usulan seperti itu.

Menurut  Sianturi, dengan menghilangkan atau tidak lagi menggunakan kata kafir kepada masyarakat Indonesia non muslim akan berdampak. Karena bagaimanapun mengubah istilah kafir tersebut secara sosiologis politis menimbulkan dampak diskriminatif dalam kehidupan berbangsa, apalagi jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019.

“Oleh sebab itu, semua umat harus diperlakukan sebagai sesama manusia dan kita menyambut gembira usulan seperti ini yang sangat tepat sekali,” terangnya.

Dia menuturkan, dulunya istilah tersebut hadir untuk membedakan umat yang berbeda agamanya. Namun atas usulan NU, pihaknya yakin semakin bersatu untuk membangun bangsa.

“Bamagnas bersyukur atas usulan NU. Karena itu kita harus kompak dan jangan murah terpengaruh, apalagi berita hoax,” ucap Sianturi. (purba)