Bendahara UPT Bah Bolon Tuding Dinas PSDA Sumut Potong TPP Pegawai Setiap Tahunnya

Bendahara UPT PSDA Bah Bolon Siantar-Simalungun, Yusuf yang mengundang wartawan guna memberikan klarifikasi.

Simalungun, Lintangnews.com | Bendahara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bah Bolon Siantar-Simalungun, Yusuf tuding Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Utara melakukan pemotongan terhadap uang Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) atau Tunjangan Kinerja (Tukin) setiap tahunnya.

“Itu dasarnya kan ada. Dasar pembayaran Tukin (Tunjangan kinerja). Jadi tata cara penerima lah. Kan ada laporan secara online, habis itu absensi online. Ini kan maslahnya di sini. Di laporan online ini,” ucap Yusuf di teras depan kantornya, Kamis (19/8/2021).

Menurutnya, adanya pemotongan terhadap uang TPP atau Tukin pegawai UPT Bah Bolon sudah melalui verifikasi Dinas PSDA Sumut. “Ini kan ada verifikasi entah gak sesuai,” imbuhnya.

Itu lah yang menyebabkan pihak Dinas PSDA Sumut melakukan pemotongan. Bahkan ada juga pegawai yang tidak menerima sama sekali. “Kita gak tau, dari aplikasi muncul begitu. Itu lah dasar pembayaran,” kata Yusuf menuding.

Dikatakan, payung hukum pihak Dinas PSDA Sumut melakukan pemotongan terhadap uang TPP memakai Peraturan Gubernur (Perbup).

“Pakai Pergub. Setiap tahunnya Pergub diperbaharui,” kelitnya menutupi ketidak tahuannya nomor dan tahun Pergub dimaksud.

Sebelumnya, sejumlah pegawai UPT Bah Bolon menyampaikan, bahwasanya uang TPP mereka dipotong setiap tahunnya. Dan mengacu informasi dari Dinas PSDA Sumut kepada mereka, tidak ada melakukan pemotongan.

“Realisasinya setiap bulan. Kecuali bulan September ke Desember. Jadi, setiap bulannya lah dipotong TPP kami. Ada yang sebesar Rp 300 ribu, bahkan sampai Rp 2 juta. Bervariasi lah. Ngeri lah dan itu sudah berlangsung tahunan,” keluh para pegawai. (Zai)