Berkas Pengeroyokan Mantan Wartawan P21, ada Surat Tak Dilampirkan Polisi

Istri dan keluarga pelaku pengeroyokan berada di Polres Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Meskipun sudah berdamai dan dicabutnya laporan polisi, namun Polres Siantar hingga saat ini belum juga melepaskan 4 orang pelaku pengeroyokan terhadap mantan wartawan, Try Aditya yang terjadi di Jalan Kartini, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, pada bulan Januari 2019 lalu.

Akibatnya, keluarga pelaku mendatangi Polres Siantar untuk meminta penjelasan dari Kasat Reskrim, AKP Demak Opusunggu.

Bahkan keluarga pelaku telah menuruti permintaan Kepolisian. Namun hingga saat ini para pelaku tidak dilepaskan.

“Semua permintaan polisi sudah kami turuti, tapi kenapa suami saya tidak dilepaskan juga. Maunya polisi apa lagi, bilang saja biar kami lakukan,” tangis Vivi salah seorang istri dari pelaku Arif saat berada di Polres Siantar, Selasa (12/3/2019).

Selain itu, para istri dan keluarga dari pelaku juga menyatakan, kalau mereka sudah berdamai dengan korban penganiayaan Try Aditiya. Bahkan mereka berdamai secara tertulis. Dan korban juga sudah mencabut laporan dari Polres Siantar.

“Semua sudah kami lakukan, itu juga arahan dari Kepolisian agar kasus itu cepat selesainya. Namun kenapa anak saya belum juga dilepaskan padahal sudah berdamai dan laporannya juga telah dicabut,” tegas Sunar kepada sejumlah awak media.

Pihaknya juga meminta perhatian dari Kapolri atas kasus itu. “Kami sudah susah kok malah ditambah susah lagi sama anggota pak Kapolri di Siantar. Kami juga penduduk Indonesia pak Kapolri. Apa kalau orang susah berkasus harus ditambah susah ya pak. Kalau memang benar petrintahkan anggota bapak untuk menembaki kami hingga mati,” tukasnya.

Sementara menurut keterangan Try, mereka telah melakukan perdamaian dan mencabut laporan dari Polres Siantar.

“Bukan hanya itu bang, saya juga sudah menemui Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun dari keterangan jaksa, kalau surat perdamaian dan pencabutan laporan dari Kepolisian itu tidak ada dilampirkan pihak Polres Siantar. Bahkan saya menulis sendiri isi surat perdamaian itu,” ungkap Try.

Di tempat terpisah, ketika wartawan mengkonfirmasi kepada JPU yakni Selamet Riadi Damanik mengaku, bingung dan menduga penyidik dari Kepolisian ada menutup-nutupi terkait perkara yang ditangani.

“Tidak ada dilampirkan perdamaian. Saya juga baru mengetahui semuanya, kenapa mereka (polisi) begitu ya. Penanganan perkara awal dari Kepolisian, kami hanya menerima berkas,” ucap Selamet Riadi. (res)