Bersatu Wujudkan Perubahan di Simalungun, Ini Rekam Jejak RHS-ZW

Simalungun, Lintangnews.com | Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi (RHS-ZW) dipertemukan dan disatukan oleh visi yang sama. Yakni, untuk Kabupaten Simalungun yang memerlukan perubahan.

Kondisi Simalungun tak bisa terus dibiarkan seperti saat ini. Sebagai salah satu wilayah terbesar di Sumatera Utara, Simalungun sudah lama tak diurus dengan benar. Pembangunan infrastruktur, terutama jalan hampir mati suri.

Sebagai urat nadi kehidupan sebuah wilayah, kondisi jalan di Simalungun benar-benar memprihatinkan. Kekayaan alam dan potensi yang dimiliki Simalungun hampir tak berkembang, bahkan tidak memberikan kesejahteraan untuk masyarakat di daerah itu.

Kondisi ini diperparah dengan pengelolaan birokrasi yang tidak profesional dan tak transparan. RHS pengusaha sukses putra daerah Simalungun dan lahir di Tigarunggu itu pun memulai langkah sukses di perantauan.

Tak pernah ada jalan mudah untuk sebuah kesuksesan. Namun kesuksesan nyatanya tak menutup telinga RHS atas panggilan kampung halaman. Dia pun memutuskan untuk memenuhi panggilan pengabdian itu.

Sementara Zonny Waldi adalah birokrat sejati yang tak lelah melayani. ZW meniti karir birokrasi dari staf di Kecamatan hingga menduduki Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara. Pengalaman panjang di birokrasi rupanya ingin ia tuntaskan dengan pengabdian paripurna.

Sebagai pasangan yang bersinergi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Simalungun, bagi RHS-ZW ini lah saat yang tepat menjawab panggilan pengabdian. Sebab, jika bukan RHS-ZW siapa lagi? Jika tidak sekarang, kapan lagi? Saatnya perubahan, rakyat Simalungun harus sejahtera.

RHS, seperti umumnya anak-anak Simalungun, tumbuh dan berkembang dengan cita-cita besar. Dan cita-cita besar itulah yang menuntunnya hingga sampai pada kesuksesannya hari ini. RHS memang lahir dari keluarga sederhana. Namun nilai-nilai mulia sudah ditanamkan oleh orang tuanya sejak kecil.

Ayah RHS, selain sebagai petani, juga dikenal sebagai “Raja Angin”, karena memiliki usaha tambal ban di kampungnya. Orang tua RHS sepenuhnya menyadari bahwa mereka bukan lah keluarga berkecukupan.

Karena itu, mereka menempa mental RHS agar kokoh dan tak mudah menyerah, serta membiasakannya untuk bekerja keras.

Hasil tempaan dari orang tua dan kehidupan di perantauan rupanya juga berhasil melembutkan sisi kemanusiaan RHS. Prihatin atas kondisi terkini tanah kelahiran dan ingatan akan masa anak-anak,

RHS memutuskan kembali ke Simalungun. Sembari mengenang ayahnya, RHS kini pulang kampung, meniupkan perubahan di Kabupaten Simalungun.

Barangkali tak akan ada yang menyangkal jika ada orang yang mengatakan ZW adalah sang pengabdi yang setia melayani masyarakat. ZW telah mewakafkan lebih dari setengah umurnya untuk mengabdi di birokrasi.

Di Simalungun, ZW menggagas beberapa program terkait perikanan yang menjadi pilot project di Provinsi Sumut. la seorang birokrasi penyabar memberikan bimbingan kepada warga.

Berkat ZW, masyarakat berhasil mengembangkan potensi perikanan sekaligus pertanian. Kepedulian dan kemauan ZW melayani masyarakat telah membawanya pada kesuksesan dalam karir birokrasi yang barangkali tak bisa diraih banyak orang. Dan tentu saja kini ia telah yakin dan mantap untuk mengemban pengabdian yang tak kalah sarat.

RHS adalah pengusaha yang dikenal jujur dan pekerja keras. Sementara ZW adalah birokrat yang bersih dan berdedikasi.

Rekam jejak bisnis RHS serta karir birokrasi ZW menegaskan keduanya adalah sosok yang nyata-nyata anti korupsi. Keduanya telah selesai dengan diri sendiri dan hanya memiliki niat mengabdikan diri untuk rakyat.

RHS-ZW juga tidak memiliki keterikatansama sekali dengan dinasti politik dan tidak memiliki hutang masa lalu. Bersih tanpa beban dan kepentingan yang menggelayuti niscaya mereka akan dengan ringan, berkomitmen secara total dan optimal kepada rakyat.

RHS lahir di Tigarunggu, Kabupaten Simalungun lebih dari 52 tahun yang lalu, persisnya pada 18 Juni 1968. Saat dewasa, RHS mempersunting Ratnawati Sidabutar sebagai pendamping hidupnya (istri).

Mereka dikarunia 4 orang anak. Tiga perempuan, satu laki-laki. Anak pertama, lndrayani Sinaga, anak kedua Novalina Estetika Sinaga, anak ketiga Rionaldi Sinaga dan anak keempat, Angel Octavia Sinaga.

Radiapoh kecil, disekolahkan orang tuanya di SD Negeri 1 Tigarunggu, sejak tahun 1976 dan tamat tahun 1982. Kemudian, dari tahun 1982 hingga 1985, RHS bersekolah di SMP Negeri Tigarunggu. Selanjutnya, tahun 1985 ia bersekolah di Sekolah Menengah Tekhnologi Pertanian (SMTP) Negeri Pematang Raya. Ia tamat dari sekolah itu tahun 1988.

Usai 25 tahun tamat dari SMTP Pematang Raya, RHS baru melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi pada tahun 2013 lalu. Ia kuliah di Universitas Batam, jurusan ilmu hukum. RHS pun mendapat gelar Sarjana Hukum (SH), setelah diwisuda sekira 3 tahun yang lalu.

Setelah mendapat gelar Sarjana Hukum (SH), anak dari Raja Angin ini mengikuti pendidikan non formal, dengan mengikuti pelatihan Pendidikan Kemahiran Advokat (PKA).

Di bidang organisasi, RHS pernah menjadi Bendahara MPC Pemuda (PP) Pancasila Kota Batam tahun 2015-2019, dan tahun 2016-2019 sebagai Wakil Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kota Batam.

Untuk organisasi sosial, Radiapoh sejak tahun 2016 hingga saat ini merupakan Ketua Paguyupan Toga Sinaga Provinsi Kepulauan Riau. Ia juga aktif di kepengurusan Batak Kepulauan Riau.

Di bidang keagamaan, RHS aktif di berbagai kegiatan hari-hari besar agama Kristen di Kota Batam. Kemudian, aktif sebagai anggota Majelis Gereja di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).

Dari sisi pekerjaan, RHS memiliki pengalaman mendirikan (juga sebagai pemilik) perusahaan yang bergerak di bidang perumahan, perkebunan, pendidikan dan perbankan. Perusahaan-perusahaan milik RHS itu tersebar di Batam, Bekasi, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah dan Riau.

Sementara itu, Zonny Waldi lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat pada 2 April 1961. Ia menikah dengan wanita pujaannya, Hidayah Herlina Gusti Nasution (saat ini Anggota DPRD Sumut).

ZW memiliki 3 orang anak. Ketiganya sudah berumahtangga. Anak pertama Dian Pratama Putra menikah dengan Yuli lsmaya Lubis. Anak kedua, Dian Primadia Putri menikah dengan lncan Wahyudi Sitepu. Dan anak ketiga, Dian Embun Dini menikah dengan Andika Dzakhwan Nainggolan.

Tahun 1974 Zonny kecil tamat dari Sekokah Dasar Negeri (SDN) Talang Maur. Tahun 1977, ZW tamat dari SMP Negeri Danguang dan tahun 1981, Zonny Waldi menyelesaikan studinya dari Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri, Bogor.

Sepuluh tahun kemudian (tahun 1991), ZW mendapat gelar SSos setelah menyelesaikan perkuliahannya dari Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Kemudian melanjutkan pendidikan Strata Dua (S2) dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan mendapatkan gelar MM di tahun 2010.

ZW yang merupakan pasangan RHS di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Simalungun tahun 2020 ini, memiliki riwayat pekerjaan yang lumayan panjang.

Sebagian di antaranya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut tahun 2019-2020 dan Plt Kepala Dinas Cipta Karya Sut tahun 2019. Sebelumnya, ia menduduki jabatan eselon II lainnya, yakni, Asisten Administrasi Umum dan Aset Gubernur Sumatera Utara tahun 2018-2019.

Selanjutnya, ia pernah menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut tahun 2014-2018. Kepala UPT Budi Daya lkan Kerasaan DKP Provinsi Sumut tahun 2013-2014.

Di lingkungan Pemkab Simalungun, ZW pernah menduduki jabatan eselon II seperti, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan tahun 2012 dan Kepala Dinas Sosial tahun 2011. Selanjutnya, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Bupati Simalungun tahun 2010 dan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga tahun 2009-2010.

Untuk jabatan eselon III, ZW pernah sebagai Kabid Bina Produksi Dinas Perikanan dan Peternakan Simalungun tahun 2009, Camat Pematang Bandar tahun 2004-2009 dan Camat Dolok Batu Nanggar tahun 2002-2004. (Rel/Zai)