Bobol ATM di Kisaran, 4 Pelaku Dihadiahi Timah Panas

Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu didampingi Kasat Reskrim, AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kanit Jatanras, Ipda Khomaini menunjukan barang bukti pelaku sindikat pembobol mesin ATM.

Asahan, Lintangnews.com | Sindikat pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berhasil dilumpuhkan Satuan Reskrim Polres Asahan dibantu Satuan Reskrim Polres Labuhanbatu.

Hasilnya, 4 orang pelaku berhasil diamankan. Namun petugas harus mengambil tindakan tegas terukur dan terarah di kedua kaki para pelaku.

Ada pun keempat pelaku berinisial SN, ESA, PJK dan ASR. Diketahui 3 orang merupakan warga Medan Tembung dan 1 lagi warga Labuhanbatu.

Keempat pelaku saat tiba di RSU HAMS Kisaran dengan mobil terpisah.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu didampingi Kasat Reskrim, AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kanit Jatanras, Ipda Khomaini mengatakan, keempat pelaku merupakan sindikat yang sudah melakukan tindakan kejahatan pembobolan ATM di beberapa kota di Sumatera Utara.

“Dari tangan pelaku diamankan barang bukti sebanyak 31 kartu ATM  dan uang sebesar Rp 7 juta. Para pelaku memiliki peran masing-masing mulai dari tukang ganjal pakai tusuk gigi di mesin ATM, sebagai teknisi dan mengambil uang hasil kejahatan,” ujar Kapolres, Kamis (17/1/2019) dini hari dan mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan.

AKP Ricky mengatakan, pelaku diamankan saat akan melakukan tindakan kejahatan di salah satu SPBU yang ada mesin ATM di Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu. Diketahui sebelumnya, pelaku juga telah membobol ATM di Kisaran, Kabupaten Asahan.

Keempat pelaku usai pengangkatan proyektil peluru di kaki masing-masing diapit petugas.

“Kita mendapat laporan masyarakat pada Selasa (15/1/2019) dan melakukan penyelidikan hingga pukul 21.00 WIB. Akhirnya, Rabu (16/1/2019) pelaku berhasil kita bekuk di Labuhanbatu,” ujarnya.

Sementara itu Kanit Jatanras, Ipda Khomaini mengatakan, jika pelaku mencoba kabur dan melawan petugas saat dakan diamankan. “Kita ambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku,” ungkapnya.

Salah satu pelaku berinisial SN mengaku, bertugas sebagai teknisi. Dirinya berpura -pura menjadi teknisi dan membantu korbannya. (heru)