Bolos Kerja karena Jadi Saksi, ASN Pemko Siantar Ini Diminta Diberikan Sanksi Tegas

Bolos kerja (Ist).

Siantar, Lintangnews.com | Sidang kasus sengketa tanah di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar antara Hendry selaku tergugat dengan Lilis Daulay sebagai penggugat kembali digelar Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, agendanya mendengarkan keterangan saksi, Senin (9/8/2021).

Salah satu saksi dalam persidangan adalah Sahrul Pane salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) Pemko Siantar. Dalam sidang itu, Sahrul dihadirkan sebagai tergugat, karena pernah menjabat sebagai Lurah Teladan.

Kuasa hukum penggugat, Rudi Malau mengatakan, dalam persidangan majelis hakim sempat bertanya tentang izin tugas dan izin cutinya datang ke PTUN Medan dari Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Siantar, Esron Sinaga. Sayangnya Sahrul tidak bisa menunjukkannya.

“Surat tugas tidak ada ditunjukkan dan surat untuk cuti juga tidak ada. Hakim sudah mempertegas kehadirannya tanpa surat dari pimpinannya menjadi tanggung jawab pribadi,” sebut Rudi melalui telepon seluler.

Rudi mengatakan, bersangkutan hanya menerangkan soal mediasi yang dulu pernah terjadi sewaktu menjadi Lurah Teladan, bukan untuk menyaksikan tentang dokumen atau berkas tanah tetap.

“Untuk kesaksiannya, kalau menurut kami sangat berbelit-belit,” ucapnya.

Sikap Sahrul yang meninggalkan tugas demi menjadi saksi yang tidak ada kaitannya dengan tugas sebagai ASN dikecam sejumlah pihak.

Salah seorang mahasiswa Universitas Simalungun (USI), Ajis menilai, yang dilakukan Sahrul sungguh menciderai semangat gotong royong dalam menghadapi pandemi Covis-19.

“Apalagi saat ini situasi Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sungguh tidak etis meninggalkan kerja karena kepentingan seseorang,” sebut Ajis.

Mahasiswa semester akhir ini mendesak Dishub dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Siantar untuk memberi sanksi yang tegas agar tidak menjadi contoh bagi ASN lainnya.

“Harus ada tindakan tegas, agar tidak menjadi contoh bagi pegawai lainnya,” tandasnya. (Elisbet)