Buka Penjaringan Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Siantar, NasDem Targetkan Menang

18

Siantar, Lintangnews.com | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Pematangsiantar lakukan penjaringan bakal calon (Balon) Walikota dan atau Wakil Walikota tahun 2020, mulai dari tanggal 23 September 2019 sampai 23 Oktober 2019.

Ada 7 persyaratan khusus Balon Walikota dan Wakil Walikota Partai NasDem, pertama berpotensi untuk menang yakni memiliki popularitas, kedisukaan, akseptabilitas, elektabilitas, serta memiliki kemampuan melakukan mobilisasi dukungan logistik.

Kedua, Balon diminta untuk memiliki kompetensi dan komitmen kepada rakyat dan partai NasDem. Ketiga, bersedia menandatangani fakta integritas yaitu bersedia mengundurkan diri apabila melakukan tindakan pidana ekstrimisme, korupsi, kekerasan terhadap anak dan perempuan, narkoba.

Keempat, bersedia untuk melaksanakan survei pada lembaga survei yang disetujui oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem. Kelima, wajib melibatkan struktur partai dalam pemenangan Pilkada. Keenam, wajib melibatkan saksi partai NasDem dalam pemenangan Pilkada. Terakhir, Bacalon menyerahkan kelengkapan administrasi.

“Hal ini sesuai peraturan organisasi Partai NasDem no 006-PO/DPP-NasDem/IX/2019 tentang tata cara penjaringan, verifikasi dan penetapan bakal calon kepala daerah dan atau Wakil Kepala daerah tahun 2020,” sebut Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai NasDem Siantar Frengki Boy Saragih saat dikonfirmasi, Jumat (27/9/2019).

Disampaikan anggota DPRD Siantar ini, untuk tahapan penjaringan terdiri dari pengumuman pendaftaran, talent scouting, dan pendaftaran bakal calon.

“Untuk verifikasi, Bappilu lakukan verifikasi terhadap dokumen persyaratan bakal calon. Setelah itu hasil verifikasi Bacalon Walikota dan Wakil Walikota diserahkan kepada DPD untuk diplenokan,” ucap Frengki.

Ditambahkannya, seluruh struktur dan kader partai NasDem Siantar dilarang lakukan pungutan dan menerima mahar dalam bentuk apapun pada proses pencalonan. Selain itu, seluruh struktur, organisasi sayap dan kader partai dilarang mendukung pasangan calon yang tidak diusung oleh partai.

“Pastinya calon yang kita usung nantinya optimis menjadi pemenang. Sehingga untuk itu, struktur partai harus dilibatkan mulai dari tingkat DPD sampai ke ranting. Termasuk pengadaan saksi sampai ketingkat TPS,”ujarnya.

Lanjutnya, calon yang diusung oleh Partai NasDem merupakan hasil dari lembaga survei yang mendapat rekomendasi dari DPP.

“Pastinya dalam pemilihan calon nantinya, pengurus DPP, pengurus DPW tidak semena-mena karena ini berdasarkan hasil survei. Itu yang membedakan kita dengan yang lain,” ungkapnya sembari sampaikan seluruh Bacalon akan diminta membuat visi dan misi bagaimana membangun Siantar kedepan.

Untuk target, sambung Frengki, Partai NasDem Siantar menargetkan memenangkan Pilkada serentak tahun 2020.

“Sejauh ini sejumlah sosok telah memulai komunikasi kepada Partai NasDem baik melalui ketua Partai. dan untuk koalisi nantinya, kita terbuka kepads seluruh partai,” tandasnya.

Seperti diketahui, ada 4 kader Partai NasDem Siantar yang duduk di DPRD. Untuk itu, Partai yang diketuai oleh Frans Herbert Siahaan harus berkoalisi dengan partai lain karena sesuai persyaratan harus 20% dari total kursi DPRD di Siantar, atau sebanyak 6 kursi untuk mengusung Calon Walikota dan Wakil Walikota. (Elisbet)