Buka Puasa Bersama di Bandar Huluan, JR Saragih : Perbedaan Jadi Pengikat dalam Persatuan

Bupati Simalungun, JR Saragih saat menyantuni anak yatim disaksikan Ketua DPRD Simalungun, Johalim Purba (kemeja lengan panjang kotak kotak).

Simalungun, Lintangnews.com | Bupati JR Saragih menghadiri buka puasa bersama Pemkab Simalungun dengan masyarakat yang digelar di lapangan kantor Kecamatan Bandar Huluan, Rabu (15/5/2019).

Kegiatan buka puasa bersama ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Qori Nazaruddin.

Selanjutnya Bupati bersama Wakil Bupati, Amran Sinaga, Ketua DPRD, Johalim Purba, Dandim 0207/Sml, Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, mewakili Kapolres dan tokoh masyarakat memberikan santunan maupun bingkisan pada 100 anak yatim yang berasal dari Kecamatan Bandar Huluan dan Dolok Batu Nangggar.

Ketua Panitia Umum Buka Puasa Bersama Pemkab Simalungun, Gidion Purba dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan buka puasa bersama ini diharapkan dapat menambah keyakinan, memperkuat iman dan ketaatan dalam menjalankan perintah agama.

Sekda Pemkab Simalungun ini menuturkan, juga dapat meningkatkan rasa kepedulian, solidaritas kepada sesama, kesetiakawanan sosial, serta dapat menginspirasi untuk selalu berbagi kepada sesama yang kurang beruntung.

“Melalui pertemuan ini diharapkan dapat mempererat jalinan silaturahmi antara masyarakat dan Pemkab Simalungun,” ujar Gidion.

Tokoh Masyarakat, Ramadian Abdi mengatakan, program menyantuni ini merupakan bentuk ajakan dari Pemkab Simalungun untuk peduli terhadap anak- anak yatim dan yang kurang mampu di sekitar lingkungan.

“Menyantuni anak yatim adalah bukti sadar iman kita sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan,”” ujarnya.

JR Saragih dalam sambutannya mengatakan, Simalungun merupakan miniatur Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama di dalamnya. Perbedaan itu, menurut Bupati, hendaknya menjadi pengikat dalam persatuan untuk membuat Simalungun semakin maju dan diperhitungkan.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk saling bergotong royong, menghargai dan bersama-sama ikut serta dalam membangun daerahnya.

“Mari jaga kerukunan dan toleransi yang telah baik selama ini, dengan saling menghargai dan menghormati kepada saudara kita yang sedang menjalankan ibadahnya, sebagai wujud dari ketaqwaan kepada Tuhan,” ujar JR Saragih.

Al Ustadz Ali Amran Zakaria dalam tausiyahnya, mengajak warga untuk bersyukur kepada Tuhan, karena masih diberikan untuk menikmati datangnya Bulan Ramadhan dengan aman dan damai.

“Kita harus bersyukur kepada Allah, banyak saudara kita tak bisa menikmati datangnya Bulan Ramadhan karena tertimpa bencana. Karena itu kita harus memperkuat ibadah sebagai wujud syukur kepada Allah pada Bulan Ramadhan ini,” ujarnya.

Ditambahkan, Bulan Ramadhan menjadi momen bagi umat merasakan penderitaan anak yatim dan sesama yang kurang beruntung, bagaimana kesulitan dan penderitaan mereka jika manusia tidak saling peduli.

“Dengan berpuasa kita merasakan bagaimana sakitnya lapar dan haus. Karenanya harus membantu anak yatim dan saudara kita yang kurang beruntung. Karena seperti itulah penderitaan mereka jika tidak kita peduli,” paparnya mengakhiri. (rel/zai)