Bupati Humbahas Minta Pemuda Katolik Andalkan Tuhan Jika Mau Jadi Pemimpin

Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor sebagai narasumber didampingi Pastor Yanuarius dan Chandra Mahulae selaku Moderator.

Humbahas, Lintangnews.com | Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor meminta pemuda-pemudi Katolik andalkan Tuhan. Bukan mengandalkan orang lain atau pun diri sendiri, jika ingin menjadi pemimpin.

Itu disampaikan Dosmar saat membuka kegiatan pelatihan kepemimpinan kristiani orang muda Katolik, didampingi Pastor Yanuarius dan Chandra Mahulae selaku Moderator Kepemudaan, Minggu (10/4/2022) bertempat di Aula Paroki St Fidelis Dolok Sanggul.

Diikuti 100 orang peserta yang merupakan perwakilan dari 28 Gereja Katolik Stasi se-Paroki St Fidelis Dolok Sanggul.

Sebelumnya Bupati menyampaikan, apresiasi atas kegiatan ini sebagai tonggak awal pembinaan generasi muda untuk menjadi pemimpin bangsa mendatang.

Menurutnya, untuk menjadi pemimpin ia memperkenalkan suatu model kepemimpinan kristiani seperti yang dipraktekan oleh Tuhan Yesus dahulu. Dalam kepemimpinan Tuhan, diminta harus mengandalkan Tuhan.

Untuk itu, ia mengharapkan kepada kaum pemuda Katolik untuk menjadi pemimpin harus ditempa dalam dunia kerohanian dengan sering membaca kitab suci.

Karena, dari kerohanian akan tumbuh prinsip  mengandalkan Tuhan. “Dengan kekuatan kerohanian itu, akan muncul prinsip karena kita sering membaca kitab suci. Jadi, kita harus menyiapkan diri sejak dini,” katanya.

Sebelumnya, salah satu pemuda Katolik memberikan pertanyaan pada Bupati soal menjadi seorang pemimpin itu apakah harus dipersiapkan atau sudah ada sejak lahir.

“Saya dulu tidak terpikirkan menjadi Bupati. Karena masa sekolah biasa-biasa saja, tidak menonjol tidak pernah rangking kelas. Kehidupan orang tua miskin,” kenangnya.

Dikatakan, tidak ada pemimpin yang tiba-tiba muncul. Tetapi, jika mau sukses harus belajar dan belajar, serta mengandalkan Tuhan dalam proses hidup.

Dia menambahkan, seorang pemimpin dimulai dari menghargai hal-hal yang sederhana. Sehingga hal-hal yang besar dan memulainya dari diri sendiri dengan mengandalkan Tuhan.

“Kalau mau menjadi seorang pemimpin itu, ya harus yakin . Jangan dulu dengan hal-hal yang besar , minimal bisa menjadi pemimpin untuk diri sendiri. Kalau kita bisa mengendalikan diri untuk mengatur hidup dan langkah langkah kita dengan baik , itu lah bibit sebagai calon seorang pemimpin,” ujar Dosmar.

Di sisi lain, ia menyebutkan permasalahan yang banyak dialami sebagai calon pemimpin selain soal percaya diri. Yaitu, soal ketidakpahaman seseorang dengan apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan untuk mencapai keinginan.

Ia menyebutkan, orang yang tidak mempunyai kemampuan cenderung lebih memilih menyalahkan orang lain dan menutupi kekurangannya dari pada mencari solusi.

“Banyak dari kita yang tidak menguasai banyak hal, itu yang membuat kita tidak percaya diri. Kesimpulannya, kalian harus banyak belajar dan lakukan, serta andalkan Tuhan,” ujarnya.

Dosmar mengisahkan, program jagung pada tahun 2018 lalu sampai-sampai dibilang Bupati jagung. Namun, karena sudah ditempa dunia kerohanian dan tumbuh prinsip mengandalkan Tuhan.

Sebagai pemimpin Humbahas, ia tidak pernah goyang dengan dinamika-dinamika tersebut. “Itu tadi kita mengandalkan Tuhan dan percaya. Sekarang, bisa kita lihat pertanian di Humbahas, masyarakat sudah beralih bertani jagung,” ucapnya.

Kemudian, ia mengisahkan program penerapan pembelajaran metode gasing kepada guru dan siswa-siswi. Serta, Pemkab Humbahas sebagai Kabupaten/Kota terbaik I penilaian pencapaian pembangunan infranstruktur pelayanan dasar di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2021.

Dikatakan, dari program penerapan metode gasing, sehingga pemerintah mendapatkan penilaian pencapaian itu juga muncul dinamika-dinamika.

“Namun karena kita percaya dan mengandalkan Tuhan, kita sudah mempunyai prinsip. Lihat yang terjadi ketika saya menerapkan metode pembelajaran gasing ada siswa-siswi di tingkat Sekolah Dasar (SD) warga Pollung dulunya bodoh dan saat ini sudah terdepan di sekolahnya,” ungkapnya.

Pastor Yanuarius, SVD selaku Moderator Kepemudaan didampingi para Suster/ Frater dan Pengurus Gereja Paroki St Fidelis Doloksanggul mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bupati. Pasalnya telah memberi motivasi, dan kehadiran ini sangat berharga untuk menumbuhkan kepemimpinan orang muda Katolik.

“Kita tidak bisa mengubah dunia kalau tidak sekarang dari hal-hal yang kecil sebagaimana juga disampaikan Bupati,” kata Yanuarius.

Sementara Antonius Aritonang peserta latihan kepemimpinan kristiani dari Stasi Sibuluan dan Barita Nababan mewakili Gereja Paroki Doloksanggul mengungkapkan, melalui kegiatan ini akan semakin meningkatkan peran orang muda Katolik untuk mendukung program pemerintah, khususnya pertanian. (JS)