Bupati Taput Apresiasi Kunjungan Investor untuk Pengembangan Bawang Putih

Penanaman tanaman bawang putih yang dilaksanakan di Kabupaten Taput.

Taput, Lintangnews.com | Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan mengapresiasi investor dari PT Niaga Global Modern bekerjasama dengan masyarakat dalam pengembangan tanaman bawang putih.

Tercatat sejauh ini, kerjasama dengan masyarakat itu telah dilaksanakan di lahan seluas sekitar 14 hektar di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Nikson Nababan saat menghadiri penanaman perdana tanaman bawang putih kerja sama Niaga Global Modern dengan masyarakat di lahan seluas 4 hektar di Desa Hutaginjang, Muara, Rabu (28/8/2019).

Hadir juga dalam kesempatan itu Irjen Kementerian Pertanian, Justan Ridwan Siahaan, Pimpinan Niaga Global Modern, Antoni, ulama, rohaniawan, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penyuluh pertanian dan warga setempat.

“Sebelumnya tanah tempat pengembangan bawang putih ini merupakan lahan terlantar. Namun adalah kebanggan buat saya jika investor seperti pak Antoni dari Niaga Global Modern, mau memberikan perhatiannya. Sehingga tanah di daerah yang dititip Tuhan bagi saya ini, bisa bermanfaat buat masyarakat, bangsa dan negara,” kata Nikson Nababan sebelum melakukan penanaman perdana.

Ia juga mengharapkan, para investor lainnya seperti PT Niaga Global Mandiri dapat membantu membangun Taput dari sektor pertanian. Pasalnya, mayoritas warga masyarakat di Taput hidup dari sektor pertanian. Ia menjelaskan, kendala pertanian selama ini sangat komplit. Mulai dari pengolahan lahan, modal, hingga pemasaran.

“Makanya saya lakukan beberapa kebijakan seperti memberikan bantuan alat pertanian, membantu  pemberian pupuk bayar pasca panen, sehingga menjamin stabilitas harga untuk 3 jenis komoditi pertanian. Saya juga harap pemerintah pusat dan pihak investor dapat membantu dalam hal pengolahan lahan, modal, dan pemasaran hasil pertanian itu. “Kalau itu dilakukan saya yakin petani di negara ini akan sukses,” katanya.

Sementara itu, Ridwan Siahaan mengatakan, kebutuhan negara untuk bawang putih tercatat sebanyak 600 ribu pon. Dengan komitmen pemerintah yang akan mengurangi import bawang putih, maka dibutuhkan pengembangan bawang putih di lahan sekitar seluas 100 ribu hektar. Daerah di kawasan Danau Toba dianggap cocok untuk pengembangan tanaman bawang putih,” kata Ridwan.

Ia mencontohkan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) telah memulai pengembangan bawang putih.” Namun akhirnya hasilnya memuaskan. Saya yakin di Taput, pengembangan bawang  putih juga akan berhasil,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Antoni, selaku pimpinan PT Niaga Global Modern. Ia mengatakan, pengembangan bawang putih di Taput sangat potensial. “Kita ingin  berkontribusi untuk mengurangi import,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Pemkab Taput, SEY Pasaribu mengatakan, datangnya investor untuk pengembangan bawang putih merupakan moment yang baik di saat pemerintah akan mengurangi importnya mulai tahun 2020.

“Pengembangan bawang putih ini merupakan momen yang baik mengingat ketinggian, suhu dan kelembapan daerah Taput cocok untuk pengembangan bawang putih,” katanya.

Ia juga menyampaikan, investor PT Niaga Global Modern akan melakukan pengembangan bawang putih di lahan seluas 50 hektar. Saat ini sudah siap tanam di lahan seluas 14 hektar yang tersebar di 3 Kecamatan.

“Kerja sama investor itu juga menguntungkan masyarakat. Dimana biaya produksi dari mulai tanam sampai panen di fasilitasi investor. Lahan masyarakat juga dipinjam. Dan keuntungan dibagi hasil antara investor dengan masyarakat,” ujarnya.

SEY Pasaribu juga mengatakan, Kementrian Pertanian (Kementan) juga akan membantu pengembangan bawang putih di lahan seluas 130 hektar. Dengan harapan, Taput menjadi sentra baru produksi bawang putih. (pembela)