Taput, Lintangnews.com | Pandemi Covid-19 atau Virus Corona sejak bulan Maret 2020 lalu menyisakan banyak carut marut perekonomian di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang hingga kini belum usai.
“Kita tersadar, kesehatan dan perekonomian ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Di satu sisi kesehatan sangat penting, tetapi di sisi lain tidak makan juga tak akan sehat, tidak sehat tidak bisa bekerja,” kata Bupati Taput, Nikson Nababan, Jumat (6/11/2020).
Nikson menuturkan, pandemi Covid-19 yang melanda membuat dirinya memutar otak dengan cepat untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi penderita virus itu sebagai Rumah Sakit (RS) rujukan dengan maksimal.
“Ruang isolasi saya bangun dengan cepat, alat test dan alat kesehatan lainnya sesuai protokol kesehatan segera dipenuhi. Masyarakat Tapanuli Raya yang terkonfirmasi Covid-19 terlayani dengan baik dan hampir keseluruhan sembuh,” tukasnya.
Di sisi lain, dampak besar terhadap perekonomian harus dipikirkan Nikson dengan cepat seperti melakukan refocusing, rasionalisasi dan realokasi anggaran, sebab mana yang harus diprioritaskan maupun selesaikan dengan tuntas dan lebih baik.
“Dana-dana rutin saya potong dan pelayanan kesehatan disikapi. Maka untuk mengatasi perekonomian, saya anggarkan program ketahanan pangan dengan lebih menggalakkan pencetakan kolam dan pengadaan benih ikan, ternak, bibit jagung, pohon berbuah dan program pertanian lainnya,” paparnya.
Menurutnya, ini mengingat masyarakat Taput mayoritas hidup dari sektor pertanian lebih meminimalir penyebaran Covid-19 dibanding kota besar dengan mata pencaharian mayoritas di bidang jasa lebih cepat penyebarannya. Nikson menilai, pemulihan ekonomi akan lebih cepat bila bersama-sama bergerak di sektor pertanian ini.
“Saya sadar, sektor pertanian juga tidak akan berhasil tanpa infrastruktur yang memadai. Sejak tahun 2014, saya sudah fokus untuk pembenahan infrastruktur, mulai dari pembukaan jalan interkoneksi antar Dusun, Desa, Kecamatan dan Kabupaten secara berkesinambungan,” papar Nikson.
Tetapi di tahun 2020 akibat pandemi ini, anggaran infrastruktur banyak direfocusing untuk sektor kesehatan dan bantuan kepada masyarakat. Ini membuat pembangunan seakan terhenti.
Pemerintah pusat dalam menyelamatkan perekonomian daerah yang terkena dampak Covid-19 memunculkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diluncurkan sebagai stimulus untuk menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil.
“Ini sebuah asa yang harus segera ditangkap. Pembangunan infrastruktur bisa berlanjut tanpa membebani Pemkab Taput dan masyarakat. Usulan PEN Taput segera dibuat,” tegas Nikson.
Usulan pinjaman PEN Daerah Kabupaten Taput kepada PT SMI ditujukan untuk memenuhi kepentingan penanganan ekonomi daerah, dimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Taput mengalami realokasi, sehingga pemerintah harus melakukan refocusing anggaran terutama pembangunan infrastruktur prioritas, seperti infrastruktur jalan, pendidikan, sumber dayaair, irigasi, lingkungan, pariwisata, serta alokasi dana untuk revitalisasi pasar dan Puskesmas.
Nikson menjelaskan, perjanjian antara PT SMI dengan Pemkab Taput merupakan bentuk upaya pemerintah pusat dalam menyelamatkan perekonomian daerah yang terkena dampak Covid-19.
“Kita tetap berjalan, pembangunan infrastruktur tetap berkelanjutan termasuk pembenahan fasilitas kesehatan. Masyarakat sehat dengan penerapan protokol kesehatan. Perekonomian mulai berputar dan meningkat. Untaian asa untuk Taput maju tetap ada,” sebut Nikson mengakhiri. (Pembela)


