Bupati Taput: Rumah Warga Terkena Puting Beliung harus Bisa Ditempati Kembali

Taput, Lintangnews.com | Bencana alam angin puting beliung yang terjadi Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Bupati, Nikson Nababan menyampaikan agar segera ambil tindakan dan respon cepat.

Sebelumnya angin puting beliung terjadi di beberapa tempat, di antaranya di Desa Sait Nihuta dan Desa Parbubu Pea, Kecamatan Tarutung, serta Desa Lumban Siagian Julu, Desa Enda Portibi dan Desa Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, pada Senin (8/3/2021).

“Kita berharap, bisa segera melakukan upaya penanganan dengan menurunkan personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Taput untuk penanganan darurat di lokasi bencana. Baik itu menangani rumah ditimpa pohon tumbang dan penanganan lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” terang Nikson, Selasa (9/3/2021).

Dia juga sudah menginstruksikan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait untuk bisa secepatnya mendata korban bencana. Termasuk secepatnya diberikan bantuan keuangan, agar rumah para korban segera dapat ditempati kembali seperti biasanya.

“Karena ini bencana alam dan tanpa diduga-duga, semoga harapan kita hal seperti ini tidak akan terjadi lagi di Taput,” ucapnya.

Kerusakan rumah warga ditimpa pohon tumbang.

Di Desa Hutatoruan I , Kecamatan Tarutung sebanyak  4 unit rumah rusak berat dan 19 unit rumah rusak ringan, dengan total 23 unit rumah.

Sementara di Desa Parbubu Pea sebanyak 13 unit rumah alami rusak berat dan 16 unit rumah rusak ringan, dengan total 29 unit rumah. Sedangkan di Kecamatan Siatas Barita sebanyak  49 unit rumah alami rusak berat dan rusak ringan, serta 1 unit jembatan rusak ringan.

Kepala BPBD, Bonggas Pasaribu menuturkan, untuk Kecamatan Purbatua, pihaknya belum menerima data keseluruhan rumah yang mengalami kerusakan.

“Ini karena masih melakukan pendataan secara menyeluruh berapa perkiraan jumlah rumah warga yang terkena dampak bencana untuk diberikan perhatian berupa bantuan materi,” ujarnya.

Camat Parmonangan, Lammiduk Sinaga menuturkan, ada sekitar 27 unit rumah warga di Desa Horison Ranggitgit mengalami kebocoran atap akibat hujan es batu. (Pembela)