Ciptakan Eksportir Millennial Dukung Gratieks, Ini Dilakukan BKP II Medan

Kegiatan bimbingan akselerasi ekspor yang dilaksanakan BKP Kelas II Medan.

Deli Serdang, Lintangnews.com | Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks) adalah gerakan peningkatan ekspor pertanian yang digagas Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul untuk menyatukan kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir.

Gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan ekspor komoditas pertanian dengan cara yang tidak biasa.

Untuk mendukung program tersebut, Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Medan, Hafni Zahara mengajak generasi millennial untuk menjadi bagian dari Gratieks.

Hal ini disampaikan Hafni saat membuka kegiatan bimbingan akselerasi ekspor dengan thema ‘Kita Ciptakan Eksportir Millennial Dalam Mendukung Gratieks’ di aula kantor BKP Medan (14/07/2020).

Hafni juga mengatakan, semangat muda yang dimiliki kaum millennial harus menjadi dorongan postitif bagi pembangunan pertanian Indonesia, terutama dalam peningkatan ekspor pertanian yang akan mempengaruhi perekonomian negara.

Menurutnya, kekayaaan Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia, membuka banyak peluang bisnis pertanian yang luas untuk digarap kaum millennial. Ia menambahkan, keterlibatan generasi millennial dalam mendukung, mengembangkan, serta memajukan sektor pertanian, agar komoditas pertanian menembus ke pasar internasional.

“Dengan kekayaan alam yang ada, saat ini tinggal bagaimana kita dapat menghadirkan kecerdasan mengolah itu dan kaum muda bisa dimaknai sebagai benteng pembangunan pertanian, terutama dalam hal peningkatan ekspor pertanian, ” ucap Hafni.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Luar Negeri, Parlindungan Lubis sebagai salah satu nara sumber, mengapresiasi kegiatan, dan segala permasalahan di bidang ekspor dapat disampaikan dan dicari solusinya agar program Gratieks dapat berjalan.

“Kebijakan regulasi satu produk dengan produk yang lain berbeda, sehingga generasi millennial harus lebih memahami aturan atau regulasinya. Ini agar produk atau komoditas pertanian jangan menjadi masalah dan pastikan produk di ekspor lancar dan sesuai prosedur,” sebut Parlindungan.

Nara sumber lainnya, Ujiana Sianturi sebagai Ketua Umum Asosiasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sumatera Utara mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dan Asean. Lanjutnya, UMKM juga menjadi urat nadi perekonomian yang berbasis kerakyatan, karena akan banyak menyerap banyak tenaga kerja termasuk kaum anak muda millennial.

“Bagi para pelaku dunia UMKM, millennial mempunyai peluang ekspor dan terbuka lebar seluas-luasnya. Juga berpotensi menambah pendapatan atau income khususnya bagi pengusaha UMKM kaum millennial, ketersediaan bahan baku, pelatihan dan pemasaran menentukan kapasitas ekspor untuk berdaya saing (comparative advantage),” ujar Ujiana dalam kegiatan yang juga diisi dengan sesi tanya jawab itu. (Idris)