Pangulu Dolok Hataran Dienduskan Terima Rp 70 Juta dari Pengusaha SPBU Jalan Asahan Km 8

SPBU di Jalan Asahan Km 8 Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun milik Joan.

Simalungun, Lintangnews.com | Seminggu lalu sejumlah warga dan perangkat dikumpulkan di kantor Pangulu Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

“Yang tanggal 5 Juli itu supaya terang benderang. Karena dienduskan saya terima uang,” kata Pangulu Nagori Dolok Hataran, Suhardi saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2020).

Besaran uang yang dienduskan diterima Suhardi sebesar Rp 70 juta dari pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Asahan Km 8.

“Makanya hadir juga pada saat itu pengusahanya, Joan dari Balige, Kabupaten Toba dan pengakuannya tidak ada diberikan pada saya uang sebegitu banyaknya. Setelah itu, baru lah percaya warga dan Perangkat Nagori,” jelas Suhardi.

Kemudian Suhardi dienduskan menerima uang, tak lama setelah SPBU yang masih proses pembangunan tersebut didemo warga sekitar beberapa bulan lalu.

“Kan didemo warga beberapa bulan lalu SPBU itu. Habis itulah dienduskan saya mendapat uang. Padahal, limper atau sepeser pun tak ada saya terima dari pengusahanya,” tegas Suhardi.

Diketahui aksi demo dilakukan sejumlah warga di lokasi SPBU yang masih proses pembangunan, karena berdekatan dengan pemukiman dan berada di lahan pertanian.

“Dulu nya itukan lahan persawahan dan lama kosong,” kata Suhardi, sembari mengungkapkan hanya menerbitkan surat keterangan domisili terhadap pengusaha SPBU.

Terpisah, Kabid Perizinan DinasPenanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Pemkab Simalungun, Jhon A Panjaitan saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (14/7/2020) menyebutkan, sudah terbit Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) SPBU di Jalan Asahan Km 8.

“Kalau IMB sudah terbit. Kami menerbitkan berdasarkan adanya sertifikat tanah yang menjelaskan itu lahan kering, ada UKL dan UPL, serta memiliki surat tidak sedang sengketa,” papar Jhon. (Zai)