Curah Hujan 2018 Picu Naiknya Air Permukaan Danau Toba

Permukaan air Danau Toba yang naik akibat curah hujan di tahun 2018.

Tobasa, Lintangnews.com | Tingginya curah hujan di tahun 2018 hampir di seluruh Kabupaten yang mengitari Danau Toba, menyebabkan naiknya air permukaan danau naik hingga lebih kurang 1,5 meter.

Ini menyebabkan taman dan gajebo di Parparean Kecamatan Porsea yang dibangun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Tobasa dipenuhi air, Senin (4/3/2019).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Audy Murphi Sitorus, menilai secara positif kenaikan dari permukaan air Danau Toba.

“Ada rasa senang dengan naiknya permukaan air, sesuai dengan keinginan Pemerintah Indonesia dalam upaya pengembalian permukaan air ke 905,” kata Audy.

Terkait bangunan wisata yang sebelumnya telah ada, Audy menuturkan, akan disesuaikan peruntukannya. Ini setidaknya mencari solusi pemanfaatannya.

“Kejadian ini suatu pelajaran buat kita, agar bangunan wisata jangan terlalu dekat dengan bibir pantai. Sehingga apabila terjadi naiknya permukaan air tidak sampai ke program bangunan wisata untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” sebut Audy.

Menurut Audy, pihaknya merasa senang dengan naiknya debit permukaan air danau. Dia menuturkan, tudingan selama ini turunnya air danau, ternyata dapat terjawab, dengan bukti naiknya permukaan lebih kurang 1,5 meter.

Sebelumnya salah seorang pengelola pantai di Danau Toba, H Napitupulu menilai, sudah hal yang biasa, setiap awal tahun permukaan air Danau Toba naik.

“Namun ntuk tahun 2019 ini, naiknya permukaan air danau di luar kewajaran, sampai menggenangi gajebo, taman dan tempat santai pengunjung,” sebut Napitupulu.

Namun menurutnya, kemungkinan bulan depan air akan kembali normal seperti semula. “Paling naiknya permukaan air bertahan selama 1 atau 2 bulan saja. Semoga bulan April, kondisi kembali seperti semula,” tukasnya.

Menurut Napitupulu, naiknya permukaan air terjadi sejak pertengahan bulan Januari 2019, sehinga bisa dikatakan 1 bulan lebih bangunan gajebo dan taman digenangi air.

Namun naiknya permukaan air, tidak berpengaruh terhadap kurangnya jumlah pengunjung yang datang ke pantai Pasir Putih Parparean, Kecamatan Porsea, terlebih saat hari libur (Sabtu dan Minggu).

“Naiknya permukaan air, menambah daya tarik untuk anak-anak yang datang berkunjung, sambil duduk santai bermain dengan air. Bisa dikatakan taman di tengah Danau Toba, dengan kolam air yang dangkal aman buat anak balita,” terang Napitupulu sedikit bercanda. (asri)