Danrem 022/Pantai Timur dan Wabup Simalungun Tinjau Lokasi Isoter

Danrem 022/Pantai Timur, Kolonel Inf Parlindungan Hutagalung bersama Wakil Bupati Simalungun, Zonny Waldi meninjau lokasi isoter di SMP Negeri 1 Gunung Malela, Kecamatan Gunung Malela.

Simalungun, Lintangnews.com | Danrem 022/Pantai Timur, Kolonel Inf Parlindungan Hutagalung bersama Wakil Bupati Simalungun, Zonny Waldi meninjau lokasi isolasi terpusat (isoter)) yang telah ditetapkan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Simalungun di SMP Negeri 1 Gunung Malela, Kecamatan Gunung Malela, Senin (23/8/2021).

Turut dalam peninjauan itu, Kapolres Simalungun, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Dandim 0207/SML, Letkol Inf Rully Souhoka, Kasi Ops Korem 022/PT, Mayor Arm Denny Riesta, Kapenrem, Mayor Inf SH Tanjung, Kasdim, Mayor Inf Fransisco Sidauruk, Kabag Ops Polres Simalungun, Kompol Suryanto, Asisiten Pemerintah dan Kesra, Albert R Saragih, Staf Ahli Bupati Akmal Harif Siregar, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bob Presly Saragih, mewakii Kadis Kesehatan, Henny Roselia Pane, Camat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Gunung Malela.

“Hari ini saya bersama Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim mengunjungi lokasi yang akan disiapkan sebagai isoter. Di isoter ini akan dipersiapkan sebanyak 13 ruangan yang kapasitasnya kira-kira 76 bet (tempat tidur),” kata Danrem.

Dikatakan, isoter ini bertujuan antara lain untuk mengurangi beban (bor) di Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat yang saat ini masih melakukan isolasi mandiri (isoman) bisa masuk ke isoter ini, agar tidak terjadi klaster rumah tangga atau klaster lingkungan.

“Karena dikhawatirkan isoman ini kurang disiplin untuk menjaga hubungan, protokol kesehatan (prokes) nya dan mungkin obat-obatannya serta diagnosanya tidak terlalu baik,” ujar Kolonel Inf Parlindungan.

Dengan isoter itu, Danrem berharap penanganan terhadap masyarakat yang terpapar baik reaktif maupun positif bisa lebih intesif berkurang, sehingga tingkat kematian dapat ditekan dan pengendalian Covid-19 di Simalungun semakin baik, karena masyarakat merasa diperhatikan untuk penanganannya.

“Dengan adanya ketersediaan 76 bet di isoter ini, diharapkan memberikan dampak positif dalam menguragi keterpaparan sekaligus meningkatkan angka kesembuhan,” ujarnya.

Terkait fasilitas yang tersedia di lokasi isoter, Wabup Simalungun menjelaskan, akan dilengkapi dengan sarana-sarana pendukung seperti tempat tidur, lemari, TV, air bersih, MCK, makanan, lokasi olahraga, serta sarana ibadah termasuk petugas medis/dokter, obat-obatan dan petugas keamanan.

“Isoter ini dalam rangka menangani masyarakat yang terpapar Covid-19 dalam kondisi ringan, yang selama ini banyak melakukan isoman di rumah masing-masing. Jangan sangsi masuk ke isoter ini, karena ini bentuk pelayanan kita pada masyarakat. Artinya pemerintah hadir untuk masyarakat yang terpapar Covid-19,” kata Zonny Waldi.

Pihaknya juga bersyukur atas upaya-upaya yang diakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instruksi Bupati Simalungun tentang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama ini menunjukkan perkembangan Covid-19 di Simalungun grafiknya sudah menurun.

Dalam rangka menekan angka keterpaparan masyarakat terhadap Covid-19, Wabup berharap kepada masyarakat untuk tetap menerapkan prokes sesuai dengan anjuran pemerintah meskipun sudah divaksin.

Selanjutnya Danrem bersama Wabup dan rombongan meninjau Pokso Penyekatan di pintu masuk Kabupaten Simalungun yang berlokasi di Simpang Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batunanggar. (Rel/Zai)