Demo di DPRD Asahan, Baharuddin Harahap Minta Mahasiswa STIHMA Buat Laporan 

Ketua DPRD Asahan, Baharuddin Harahap memberikan keterangan di hadapan para mahasiswa.

Asahan, Lintangnews.com | Mahasiswa se Kabupaten Asahan melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Asahan, Senin (22/6/2020).

Ini terkait pemutusan bidikmisi atau bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup yang diberikan bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan skorsing 2 semester yang dilakukan pihak Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah (STIHMA) Asahan disebabkan hanya meminta belajar atau kuliah online.

“Apa yang dilakukan pihak kampus saat ini sebagai catatan buruk di dunia pendidikan Kabupaten Asahan,” ujar Koordinator Aksi, Zahir Gufrun Siregar selaku Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Asahan dan Sekretaris, Ali Ibrahim Manurung.

Mereka juga meminta kepada anggota DPRD Asahan agar mendesak Ketua STIHMA untuk mencabut Surat Keputusan (SK) Nomor 085/Kep/Iii.0/0/2020, serta surat pencabutan beasiswa bidikmisi Nomor : 086/Kep/Iii.00/0/2020.

“Kami meminta kepada DPRD untuk memanggil ketua STIHMA untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Zahir.

Mereka juga mengecam tindakan arogansi ketua STIHMA terkait skorsing 9 orang mahasiswa dan pemutusan beasiswa bidikmisi.

“Saat itu kami meminta kepada STIHMA untuk kuliah online, namun perlakuan yang diterima 9 orang mahasiswa berakhir dengan pemutusan bidikmisi dan skorsing. Ini mencontohkan buruknya pendidikan di Asahan,” papar Zahir.

Diketahui para mahasiswa sudah melaporkan dugaan penggelapan dana bidikmisi dengan Nomor : Lp/294/V/2020/Su/Res Ash, tanggal 15 Mei atas nama pelapor Juli Rahma Putri Siagian.

Mereka juga meminta kepada Komisi A DPRD Asahan untuk melakukan Rapat Dengan Pendapat (RDP) terkait skorsing dan pencabutan bidikmisi. “Kami menilai Komisi A harus mengambil tindakan dalam bentuk memanggil pengurus kampus untuk melaksanakan RDP,” ujarnya.

Usai berorasi hampir 30 menit, akhirnya Ketua DPRD Asahan, Baharuddin Harahap didampingi Wakil Ketua, Benteng Panjaitan dan Ketua Komisi A, Nuhayati mengatakan, pihaknya sudah menyelidiki permasalah itu.

“Ini sudah kami selidiki. Namun karena laporan dari mahasiswa belum ada, kami terima jadi tidak bisa di RDP kan,” kata Baharuddin menjawab aspirasi mahasiswa tersebut.

DPRD Asahan saat ini siap menunggu surat laporan dari mahasiswa terkait skorsing dan pencabutan bidikmisi.

“Buat surat laporan, maka dalam waktu dekat Komisi A akan melakukan RDP dengan pengurus STIHMA,” ujarnya Nuhayati. (Heru)