Desa Binaan Terpadu Universitas Katolik Santo Thomas Diresmikan di Samosir

Kegiatan peresmian Desa Binaan Terpadu Universitas Katolik Santo Thomas.

Samosir, Lintangnews.com | Bupati Samosir, Vandiko T Gultom diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hotraja Sitanggang menghadiri peresmian Desa Binaan Terpadu Universitas Katolik Santo Thomas yang dilaksanakan di Desa Situngkir, Kecamatan Pangururan, Jumat (14/1/2022).

Turut hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara yakni Staf Khusus Ahli Hukum, Binsar Situmorang, Ketua Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT), Edison Manurung, Rektor Universitas Katolik Santo Thomas Medan, Sihol Situngkir beserta Wakil Rektor, Kepala Kantor Urasan Internasional, Fr Bogor Luban Raja, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Panitia Peresmian Desa Binaan Terpadu, Pandapotan Sitompul dan Pemerintah Desa (Pemdes) Situngkir.

Sihol Situngkir dalam sambutannya mengatakan, pihaknya bermitra strategis dengan KMDT dan Pemkab Samosir. Menurutnya, Unika Santo Thomas sudah mempersentasikan program kerja strategis kepada Bupati Samosir, harus bangga sebagai orang Batak yang berkualitas, Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul berkontribusi positif untuk pembangunan nasional terutama pembangunan Samosir.

“Kami berharap dalam kesempatan emas ini, mendukung program Bupati Samosir. Termasuk akan membawa 300 orang Profesor mendukung program Bupati dan saling  bersinergi untuk membangun Desa menuju Kabupaten Samosir yang maju,” sebutnya.

Edison Manurung mengatakan, Danau Toba merupakan karunia dari Tuhan yang wajib dilestarikan, karena paru-paru dunia. Atas nama seluruh KMDT yang terbentuk, Edison juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Samosir dan  Unika Santo Thomas atas upaya-upaya yang dilakukan untuk SDM unggul, termasuk kerja sama dengan KMDT.

“KMDT akan mendukung program-program Bupati. Kami akan berupaya dengan semua pengurus agar masyarakat sejahtera,” paparnya.

Pemberian bantuan sembako pada kelompok tani.

Gubsu melalui Binsar Situmorang mengatakan, semakin banyak Desa binaan, maka semakin banyak tanggungjawab. Diharapkan Pemkab Samosir dengan adanya peresmian Desa binaan dapat menggerakkan potensi unggulan.

“KMDT hadir untuk percepatan pariwisata Danau Toba dan peningkatan SDM yang unggul. Kami berharap, harus bersinergi, berkalaborasi dan melakukan harmonisasi di berbagai hal,” sebutnya.

Sementara Hotraja Sitanggang menyampaikan, Desa binaan ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk Desa lain, sekaligus dapat berintegrasi dengan program Pemkab Samosir, sehingga impian dan harapan dapat diwujudkan dengan dukungan KMDT.

“Samosir masuk dalam anggota Unesco Global Geopark dengan keunikan culture budaya. Dimana salah satunya adalah rumah budaya yang mempunyai nilai jual wisata. Dengan program KMDT dalam memajukan pariwisata di kawasan Danau Toba, diharapkan dapat membantu dalam mempromosikan wisata Samosir, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan,” paparnya.

Pihaknya juga menyambut baik pupuk organik ecoenzym yang telah disosialisasikan Pastor Markus Manurung selaku Direktur Caritas PSE Keuskupan Agung Medan, sehingga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan pertanian dan peternakan di Samosir.

Di akhir acara, Unika Santo Thomas bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut, Pemkab Samosir dan KMDT memberikan bantuan sembako pada kelompok tani (poktan), penandatanganan kerja sama dan tinjauan testimoni kegiatan Desa Binaan Terpadu. (Manru)