Desa Denai Lama Ikon Wisata Kuliner Malam di Pantai Labu

Lokasi wisata kuliner malam di Desa Denai Lama.

Deli Serdang, Lintangnews.com | Ikon wisata kuliner mungkin nama yang tepat untuk saat ini mewakili Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

Desa wisata yang tengah menjadi perbincangan mulut ke mulut dan sosial media (sosmed) berbasis internet itu sedang hangat-hangatnya dibahas pada saat ini.

Dan yang terbaru adalah pasar kuliner di Dusun I Desa Denai Lama sebagai wisata baru dengan konsep jajanan kuliner malam. Lokasi itu digagas semangat warga untuk menciptakan pasar kuliner yang hampir semua jenis makanan ada mulai dari jajanan terdahulu (cemilan) sampai kekinian.

Rita warga Dusun II Jalan Agrowisata Paloh Naga, Desa Denai Lama adalah salah satu yang pertama kali menjadi inisiator pasar kuliner malam tersebut. Dengan gerobak berukuran 2 x 1 meter, Rita memulai dengan berjualan kue basah lalu di ikuti oleh beberapa warga lainnya.

Saat ini hampir sekitar 20 unit stand pedagang memadati tersusun rapi di sisi jalan Dusun I Desa Denai Lama yang menjadi primadona dan daya tarik wisata berburu kuliner malam.

Kuliner jajanan ringan dari terdahulu sampai masa kini tersedia jika pengunjung ingin memanjakan lidah, sambil menikmati konsep hiasan lampu seperti menyerupai pasar malam yang dibuka mulai pukul 15.00 WIB-22.00 WIB.

Sekilas pasar itu tampak seperti Pasar Malioboro di Yogjakarta, dengan susunan stand pedagang, lampu berwana-warni dan antrian pengunjung menjadi tontonan malam yang seru, untuk menghabiskan waktu jalan-jalan sambil berburu kuliner.

Melihat potensi itu tentunya tidak dilewatkan Brama Kumbara sebagai penggerak wisata yang turut andil dalam mengenalkan pasar kuliner malam tersebut di sosmed, agar lebih banyak dikenal dan menjadi tujuan wisata baru di Desa Denai Lama.

Brama saat ditemui di lokasi, Senin (3/1/2022) menyebutkan, awal program Desa Wisata tahun 2017 teringat konsep itu, dimana setiap kegiatan warga menjadi daya tarik kunjungan tidak hanya pada akhir pekan saja.

“Tetapi kalau bisa setiap hari dan bahkan selama 24 jam Desa ini terus aktif, sehingga perputaran ekonomi meningkat yang berdampak baik bagi masyarakat dan pemuda,” tukasnya.

Dukungan terhadap pasar itu juga ditunjukan oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) yang dipimpin Kepala Desa (Kades), Parnu. Caranya dengan menghiasi area itu dengan penerangan dari lampu hias di sepanjang jalan pasar kuliner malam.

“Tentunya harapan kedepan, pasar ini nantinya semakin berkembang, sehingga bisa menjadi tujuan wisata baru seperti ala-ala Malioboro Yogjakarta,” pungkas Brama. (Idris)