Di Tengah Pandemi Covid-19, Pendapatan Pengrajin Pernak-Pernik Natal Jauh Menurun

Sejumlah barang bekas yang dibuat menjadi pernak-pernik Natal.

Siantar, Lintangnews.com | Menjelang perayaan Hari Natal pengrajin pernak-pernik di Kota Siantar, pesanan pun cukup sepi.

Dibanding tahun lalu, akibat pandemi Covid-19, pendapatan pun menurun sama seperti pelaku usaha lainnya.

Zulkarnaen (64) salah seorang pengrajin pernak-pernik Natal di Jalan Sisimangaraja menuturkan, dibanding tahun lalu ada sekitar 80 persen pesanan menurun.

“Biasanya pesanan ramai dari dalam daerah dan luar daerah, namun tahun ini cukup sepi,” terangnya, Sabtu (19/12/2020).

Menurutnya, di tengah masa pandemi yang berkepanjangan dan melemahkan sektor ekonomi, sehingga berdampak pada pesanan pernak pernik Natal yang sepi.

Namun dia mengaku, tetap bertahan walau pendapatan usahanya menurun, Ia juga tetap mempertahankan pekerjanya untuk tetap memproduksi.

“Sebagai tambahan pendapatan usaha, saya dan pekerja memproduksi kerajinan kandang ayam yang terbuat dari bambu,” ujarnya.

Amatan wartawan, usaha kerajinan yang terletak di depan Kampus Univesitas Simalungun (USI) Kota Siantar ini memproduksi pernak-pernik Natal yang tidak kalah cantik dengan produksi pabrik.

Mereka memanfaatkan barang-barang bekas seperti kardus, styrofoam, botol air mineral dan bambu

Hiasan pernak-pernik yang diproduksi di antaranya pohon natal, lampu hias, tempelan dinding, dan kado Natal. Selain untuk hiasan di rumah, pernak pernik ini juga cocok untuk perkantoran, hotel dan kafe.

Untuk harganya kisaran Rp 5 ribu hingga jutaan rupiah tergantung modelnya. Saat ini pengrajin membatasi produksi karena sepinya pembeli. Mereka hanya membuat hiasan yang sudah dipesan. (Elisbet)