Diberitakan Media, 4 Perusahaan Stone Crusher di Humbahas Langsung Urus Izin Industri

Kantor Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Humbahas.

Humbahas, Lintangnews.com | Pasca diberitakan, sebanyak 4 perusahaan industri pemecah batu (stone crusher) beroperasi di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) telah memiliki izin usaha industri berbasis Online Singel Submision (OSS) Risk Baseda Approach (RBA) dari 9 perusahaan yang ada.

“Usai diberitakan, perusahaan-perusahaan stone crusher itu langsung mengurus izin usaha industrinya sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMP2TSP), Rudolf Manalu, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Teknis, Evanaldo Sinaga, Kamis (28/10/2021).

Dijelaskan Evanaldo, sesuai PP Nomor 5 Tahun 2021 yang merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, sangat memudahkan para pelaku usaha untuk mengurus segala urusan administrasi.

“PP Nomor 5 Tahun 2021 ini sebenarnya sudah kita sosialisasikan. Namun setelah diberitakan media-media terkait berapa perusahaan stone crusher belum memiliki izin usaha industrinya, langsung mereka urus,” sebutnya.

Evanaldo menambahkan, ada 9 perusahaan stone crusher dari catatan mereka belum memiliki izin usaha industri. Yakni, CV Bukit Tjahaya beralamat di Baniara Desa Nagasaribu I, Kecamatan Lintong Nihuta.

CV Sumber Makmur Utama beralamat di Lobi Gambiri Desa Sosorgonting, Kecamatan Dolok Sanggul dan CV Sumber Batu berlokasi di Jalan Dolok Sanggul-Siborongborong Desa Sosorgoting, Kecamatan Dolok Sanggul.

Selanjutnya, PT Martel Karya Sumatra, bertempat di Jalan Pancing Baniara Desa Nagasaribu I, Kecamatan Lintong Nihuta dan CV Sipalaki yang berlokasi di Pakkat Dolok Desa Pakkat, Kecamatan Dolok Sanggul.

Kemudian, CV Bangkit Jaya, bertempat di Banjar Tonga-Tonga Desa Nagasaribu I, Kecamatan Lintong Nihuta dan CV Cahaya Tambang di Jalan Sidikalang Km 14 Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung.

Kemudian CV Berkat Crusher, beralamat Jalan Ringroad Desa Sosorgonting Kecamatan Dolok Sanggul dan CV Mitra Batu Abadi Jalan Pancing Baniara Desa Nagasaribu I, Kecamatan Lintong Nihuta.

Namun, di antara kesembilan perusahaan itu, sebanyak 4 perusahaan sudah memiliki izin usaha berbasis OSS RBA. Hanya tinggal 5 perusahaan lagi yang belum mengurusnya.

Evanaldo menyebutkan, kelima perusahaan itu yakni CV Sumber Makmur Utama, CV Bangkit Jaya, CV Cahaya Tambang, CV Mitra Batu Abadi dan PT Martel Karya Sumatera.

Sedangkan yang sudah memiliki izin berupa NIB dan izin usaha yakni, CV Bukit Tjahaya tertanggal 21 Oktober, CV Sipalakki tertanggal 22 Oktober, CV Sumber Batu tertanggal 21 Oktober dan CV Berkat tertanggal 28 Oktober.

3 Jam Pengurusan, Izin Langsung Keluar

Ditambahkan Evanaldo, sebenarnya sistim OSS berbasis risiko membuat proses perizinan merupakan kemudahan berusaha bagi pengusaha. Dengan hanya menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam, proses perizinan sudah selesai, tanpa harus menunggu hingga sampai 1 hari.

“OSS berbasis risiko ini adalah bentuk dari tindak lanjut dari amanah UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja untuk memberikan kepastian dan kemudahan bagi pengusaha,” kata Evanaldo.

Lanjutnya, sesuai arahan dan kebijakan pemerintah pusat, pihaknya sebenarnya sudah mensosialisasikan adanya kebijakan kemudahan berusaha dan mekanisme perizinan melalui OSS. Ini agar pelaku usaha mengetahui adanya perubahan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat dan apa saja yang berbeda.

“Jauh hari sebelumnya sudah kita sosialisasikan ada kemudahaan. Ini merupakan salah satu peningkatan perekonomian yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” paparnya mengakhiri. (DS)