Didampingi TP4D, Proyek Jembatan Limag Milik BPBD Simalungun Terkesan Amburadul

Proyek jembatan milik BPBD Simalungun di Huta Limag Kelurahan Merek Raya, Kecamatan Raya yang terindikasi amburadul.

Simalungun, Lintangnews.com | Realisasi proyek jembatan yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupate Simalungun dari Biaya Tak Terduga (BTT) Tahun Anggatan (TA) 2018 di Huta Limag Kelurahan Merek Raya, Kecamatan Raya terindikasi amburadul dan diduga bermuatan korupsi.

Sementara diketahui, proyek itu mendapatkan pendampingan dari Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun.

Ada pun tugas TP4D Kejari Simalungun itu nengawal, mengamankan dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya – upaya pencegahan atau preventif dan persuasif di tingkat Kabupaten sesuai wilayah hukum penugasan masing-masing.

Selanjutnya, memberikan penerangan hukum di lingkungam instansi pemerintahan, BUMN, BUMD dan pihak terkait materi tentang perencanaan, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, perijinan, pengadaan barang dan jasa, tertib administrasi dan tertib pengelolaan keuangan negara.

Kemudian memberikan pendampingan hukum dalam setiap tahapan program pembangunan dari awal sampai akhir pengerjaan. Melakukan koordinasi dengan aparat pengawasan intern pemerintah untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang berpotensi menghambat, menggagalkan dan menimbulkan kerugian bagi keuangan negara.

Tugas lainnya, bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan dan program pembangunan, serta laksanakan penegajan hukum represif ketika ditemukan bukti permulaan yang cukup setelah dilakukan koordinasi dengan aparat pengawasan intern pemerintah tentang telah terjadinya perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan atau perbuatan lainnya yang berakibag menimbulkan kerugian bagi keuangan negara.

Pantauan di lapangan, Senin (1/2/2019), selain timbunan mengalami turun hingga menyebabkan permukaan timbunan berlubang-lubang dan berpotensi mengakibatkan longsor lagi, peranca pembangunan jembatan penghubung ke Huta Limag Kelurahan Merek Raya itu juga masih terpajang, walaupun di lokasi sudah tidak ada lagi pengerjaan.

Tidak itu saja, di sejumlah titik tembok bangunan sudah mengalami keretakan yang cukup memprihatinkan. Diduga akibat adanya pengurangan volume, baik volume campuran maupun material.

Bahkan, cat temboknya pun sudah mengalami pengelupasan. Dan adanya indikasi penggunaan material bekas. (zai)