Ini Persiapan Pemko Siantar Menuju Kota Sehat 2019

Rapat pembahasan rancangan awal Peraturan Kepala Daerah tentang Kota Sehat. di ruang rapat kantor PDAM Tirtauli.

Siantar, Lintangnews.com | Pemko Siantar mulai melakukan persiapan untuk menuju Kota Sehat 2019.

Persiapan diawali dengan rapat pembahasan rancangan awal Peraturan Kepala Daerah tentang Kota Sehat. Rapat diadakan di ruang rapat kantor PDAM Tirtauli Siantar, Senin (11/2/2019).

Rapat dihadiri Tim Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (UWASH) Plus yakni, Zulfa Ermiza selaku narasumber, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Forum Kota Sehat, Agus Marpaung, BUMN, BUMD dan para Camat

Wali Kota Hefriansyah dalam sambutan yang dibacakan Anna Rosita Saragi selaku Kabid Kesmas mengatakan, sebagai salah satu kota terbesar kedua di Sumatera Utara (Sumut), Siantar berkeinginan memiliki payung hukum yang lebih lebar guna memayungi berbagai program. Juga terkait kepada sembilan tatanan untuk mencapai Siantar sebagai Kota Sehat.

Menurut Wali Kota, konsep Kota Sehat berasal dari keinginan dan kebutuhan masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan pemerintah berperan sebagai fasilitator. Termasuk lebih mengutamakan pendekatan proses dari pada target, serta tidak mempunyai batas waktu. Juga berkembang secara dinamik, sesuai sasaran yang diinginkan masyarakat yang dicapai secara bertahap.

“Kota Sehat adalah suatu kondisi kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk. Kota Sehat bisa dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat bersama pemerintah daerah,” sebut Hefriansyah.

Menurut Wali Kota penyelenggaraan Kota Sehat dilaksanakan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan. Caranya, melalui pembentukan atau pemanfaatan forum kota,dan memfungsikan lembaga masyarakat yang ada dengan dukungan pemerintah daerah. Serta mendapatkan fasilitas dari sektor terkait melalui program yang telah direncanakan daerah.

“Pengembangan Kota Sehat adalah bagian dari dinamika dan semangat warga, pemerintah daerah, serta lembaga legislatif di daerah tersebut,” ujarnya.

Lanjutnya, pencapaian Kota Sehat merupakan suatu proses yang berjalan terus menerus menciptakan dan meningkatkan kualitas lingkungan. Baik fisik, sosial, budaya, dan mengembangkan potensi-potensi ekonomi masyarakat.

“Memberdayakan mereka agar dapat saling mendukung dalam menerapkan fungsi-fungsi kehidupan dalam membangun potensi maksimal suatu kota,” sebut Hefriansyah.

Sambungnya, langkah antisipasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan sosial kota sudah saatnya dilakukan. Upaya tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Melainkan menjadi tanggung jawab semua pihak. (rel)