Diduga Aniaya Pembantu, Dokter Gigi Terancam 10 Bulan Penjara

Terdakwa dengan menggunakan baju berwarna kuning tampak santai duduk di kursi pesakitan PN Siantar saat JPU membacakan tuntutan terhadap dirinya.

Siantar, Lintangnews.com | Usai menjalani berapa kali persidangan dan menghadirkan beberapa saksi, terdakwa kasus penganiayaan Herawati Sinaga dituntut 10 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Kamis (7/2/2019).

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa ditahan,” ucap JPU, Rahma Hayati Sinaga saat membacakan tuntutannya.

Selain itu, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 44 ayat 1 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Setelah mendengar tuntutan yang diberikan JPU, terdakwa dengan didampingi kuasa hukumnya Risman Siburian meminta waktu kepada majelis hakim selama 7 hari untuk membuat nota pembelaan secara tertulis.

Dalam pemberitaan sebelumnya pada Sabtu (24/2/2018) sekira pukul 09.00 WIB di rumah terdakwa Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Pada saat itu saksi korban yang juga pembantunya sedang memijat (mengurut) badan terdakwa dengan menggunakan balsem di ruang keluarga. Saat itu terdakwa berkata kepada saksi korban karena tenaganya tidak kuat memijatnya,” ucap JPU.

Kemudian terdakwa meninju mata sebelah kanan saksi korban dengan menggunakan tangan kanannya, dengan posisi saling berhadapan sebanyak 1 kali.

“Selanjutnya, terdakwa berusaha memukul kembali, namun saksi korban berusaha menghindar. Kemudian terdakwa mengambil balsem dan mencolek balsem menggunakan jari telunjuk tangan kiri. Dan terdakwa menarik baju saksi korban dari belakang,” ujar Rahma Hayati.

Lanjut JPU, akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami trauma dan ketakutan sehingga harus dirawat inap di di RSUD Djasamen Saragih.

Ada pun memar maupun luka yang diderita saksi korban setelah dilakukan visum dokter Hendry Hutabarat yakni, membiru pada kelopak mata kanan ukuran panjang 4 cm lebar 3 cm dan merah pada bola mata kanan, lecet pada sudut kelopak mata kiri. (res)