Diduga Aniaya 4 Anak di Bawah Umur, Pengelola Toba Tio Cafe Dilaporkan ke Polsek Balige

Terlihat benjolan di dahi salah seorang korban inisial ES dan STPL sebagai bukti pelaporan terhadap pelaku.

Toba, Lintangnews.com | Pengelola Toba Tio Cafe inisial LS bersama 2 orang rekannya diduga melakukan penganiayaan terhadap 4 orang anak di bawah umur.

Keempat korban dianiaya, setelah didapati masuk tanpa izin ke dalam Toba Tio Cafe yang sedang tidak beroperasi, Sabtu (18/6/2022) sekira pukul 21.30 WIB.

Berdasarkan keterangan salah seorang korban inisial ES (15), Senin (20/6/2022), jika dia bersama temannya MS (14) datang ke lokasi untuk menjemput pulang 2 orang temannya SA (13) dan RH (14) yang sedang berada di Toba Tio Cafe.

Saat tiba di lokasi dan belum sempat masuk ke dalam cafe, ES melihat 1 unit bus datang. Di dalam bus, sekitar 10 orang pria dewasa turun menghampiri mereka. Karena ketakutan, ES dan MS masuk ke dalam Toba Tio Cafe untuk bersembunyi.

“Begitu kami dilihat, langsung ditarik dan dipukuli. Saya sudah bilang kalau kami tidak mau merusak dan mencuri, tetapi tetap saja dipukuli. Kami ditendang, ditampar dan dipukul secara membabi buta,” kata ES.

Dia juga menuturkan, temannya SA ditendang sampai tersungkur ke salah satu sudut ruangan. Bahkan ES sempat berfikir SA akan meninggal dunia pada malam itu juga.

“Telinga kiri saya dipukul dan sampai saat ini masih berdegung, benjol dan memar di bagian kening. Bahkan tulang ekor saya masih sakit sampai saat ini karena ditendangi pelaku,” ujar ES sembari menunjukkan bekas lukanya.

Dari keterangan ES, diketahui, 2 orang temannya berada di lantai 2 dengan niat ingin makan nasi goreng yang baru mereka beli dari Simpang Sibulele. Belum sempat dimakan, mereka langsung dihajar, sambil dibawa turun ke lantai I dan dipukuli bersamaan.

“Kami dipaksa buka baju, lalu disuruh meletakan tangan di atas kepala dan berjalan berjongkok 10 kali putaran mengelilingi restoran sambil ditendangi dari belakang. Salah seorang pelaku menanyai kami satu persatu, kau kenalnya Silindung? Yang menjawab tidak kenal langsung ditendang dari belakang. Saya jawab kenal,” ucap ES.

Keempatnya dituduh telah melakukan pengerusakan. Akhirnya mereka dibawa pelaku ke kantor Polsek Balige. Sekira pukul 24.00 WIB, bahkan salah seorang pelaku sempat menendang teman ES di Polsek Balige hingga hidungnya berdarah.

Ditambahkan ES, saat dalam perjalanan dari lokasi kejadian menuju Polsek Balige, para pelaku juga mengkonsumsi minuman keras botol (alkohol).

Akibat kejadian itu, orang tua ES, Riama Estauli Siahaan mengaku, geram dengan tindakan para pelaku yang menghajar 4 orang anak di bawah umur. Menurutnya, saat hendak dimediasi pihak Kepolisian, para pelaku justru meminta uang perdamaian sebesar Rp 15 juta.

“Keesokan harinya, kami didampingi petugas Kepolisian dan pelaku mendatangi kejadian perkara. Ditemukan fakta tidak adanya kerusakan kaca seperti yang disampaikan pelaku sebelumnya. Yang ada justru hanya kerusakan ringan seperti engsel jendela dan pintu. Itu pun belum tentu dilakukan  anak kami, karena restoran tersebut telah lama kosong,” imbuhnya.

Salah seorang orang tua korban bersedia memperbaiki kerusakan sesuai dengan kualitas aslinya, namun pelaku ngotot harus dibayarkan dalam bentuk uang. Namun setelah tak terbukti ada kerusakan fatal, pelaku minta uang perdamaian turun menjadi sebesar Rp 8 juta.

Riama mengaku, menyepakati perdamaian, dengan catatan, pelaku bisa membuktikan jika kerusakan itu akibat perbuatan keempat anak tersebut.

“Kalau mereka bisa buktikan, saya siap mengganti rugi. Namun penganiayaan yang mereka lakukan terhadap anak saya dan yang lainnya harus tetap diproses secara hukum. Kalau niat mereka baik, dari awal bisa langsung dibawa ke kantor polisi. Jangan setelah dihajar babak belur baru mereka antar ke kantor polisi,” tukasnya.

Dia juga meminta proses hukum berjalan dengan adil, tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Kanit Reskrim Polsek Balige, Iptu Edward Siahaan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penganiayaan dengan Nomor : STTPL/34/VI//2022/SPKT  tanggal 19 Juni 2022.

“Benar ada laporan dugaan penganiyaan, korbannya 4 empat orang sementara terlapor 3 orang pria dewasa. Kita sudah selesai meminta keterangan korban,” kata Edward. (Frengky)