Diduga Tempat Mesum, Penggerebekan Rumah Dinas Karutan Humbahas Disebut Tidak Benar

Keempat wanita yang ditemukan di rumah dinas Karutan Humbahas.

Humbahas, Lintangnews.com | Beredar informasi di beberapa media dan youtube yang menduga rumah dinas Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas II B Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) di Desa Huta Gurgur, Kecamatan Dolok Sanggul telah dijadikan tempat mesum.

Hal ini memicu sisi pandang masyarakat menjadi negatif terkait informasi tersebut. Namun nyatanya informasi itu diduga hoaks yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Rahmadsyah yang menjadi narasumber di beberapa media ketika dikonfirmasi, Kamis (15/7/2021) melalui pesan WhatsApp (WA) tidak menjawab apa yang dipertanyakan warrtawan.

“Ada buktinya bang bahwa di rumah dinas Karutan Humbahas diduga jadi tempat mesum? Soalnya berita yang abang kirim seperti sepihak gak ada konfirmasi ke Rutan Humbahas atau tahanan di sana,” tulis awak media via WA.

Namun jawaban Rahmadsyah tidak sesuai pertanyaan. “Aku sudah pernah di BAP Kepala Divisi Pengawasan Lapas Sumatera Utara namanya Pak Agung terkait dugaan rumah dinas Karutan Humbang Hasundutan dijadikan lokasi mesum dan dugaan 4 wanita yang diduga PSK di rumah dinas Karutan tersebut,” isi jawaban WA Rahmadsyah .

Disinggung apakah sudah pernah menanyakan atau konfirmasi langsung pada 4 wanita yang diduga PSK dan Kalapas atau ke tahanan lainnya jika rumah dinas diduga menjadi tempat mesum, namun jawaban Rahmadsyah tetap saja seperti pertama yang dilontarkan ke wartawan.

Dalam penggerebekan yang diberitakan di beberapa media, jika di dalam rumah dinas Karutan telah ditemukan 4 wanita yang diduga PSK dan 2 orang pria ternyata tidak benar adanya.

Kepala Dusun Satu, Marudut Situmorang.

Kepala Dusun (Kadus) Satu, Marudut Situmorang mengakui di dalam rumah dinas itu benar ada 4 wanita, namun tidak ada pria.

“Kalau masalah itu kami tidak tau apakah itu tempat mesum atau tidak. Namun kami menerima laporan katanya di sana ada orang ingin bertamu. Saat di sana saya tanya pada orang yang menyapu rumah dinas, jawabnya ada. Lalu saya ketuk pintunya dan melihat 4 wanita sedang istirahat,” sebut Marudut.

Menurutnya, dari keempat wanita itu, hanya 2 orang yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dia juga mengaku, tidak ada penggerebekan seperti yang diberitakan.

“Kalau penggerebekan tidak ada, saya sendiri yang mengetuk pintunya dan kami tidak melihat adanya laki-laki. Yang kami lihat waktu itu ada 2 orang laki-laki di luar dan Karutan sedang di luar tidak tau di mana,” terangnya.

Mengenai tujuan keempat wanita itu, Marudut mengaku, hanya bersilaturahmi. “Mereka baru sampai di sini Rabu kemarin sekira pukul 05.00 WIB didampingi 2 orang saudara laki-lakinya. Kami kesana sekira pukul 11.00 WIB didampingi perangkat Desa dan beberapa warga,” sebutnya.

Ditanya lagi informasi yang didapat dari mana sehingga bisa mengetahui adanya perempuan di sana, Marudut menuturkan, diperintahkan Kepala Desa (Kades), jika ada yang ingin bertamu di Rutan.

“Namun saya tidak tau apa sebenarnya yang terjadi. Kades juga gak tau apa yang terjadi, namun yang kami lihat tidak ada apa-apa biasa saja,” kata Marudut. (Akim)