Diduga Terima ‘Upeti’, Kasi Intel Siantar: Laporkan Saja, Biar Kita Panggil Kasi Pidum

Kasi Intel Kejari Siantar, BAS Paomasi Jaya Laia.

Siantar, Lintangnews.com | Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, Benny Purba diduga terima uang dari 5 keluarga terdakwa narkotika untuk diringankan tuntutannya.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) BAS Paomasi Jaya Laia mengatakan, yang keberatan agar membuat laporan. “Ya sudah kalau ada, laporkan saja, biar kita panggil langsung Kasi Pidum (Benny Purba) di depan dia (pelapor),” kata BAS, Selasa (30/4/2019).

Menurut BAS, tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Firdaus Raja Maholi Maha terhadap kelima terdakwa yakni, Kennedy Chen, Desmon Sirait, Fadly Siregar, Doni M Hutagalung dan Marthin Lumbangaol sudah berdasarkan fakta maupun bukti di persidangan.

“Kalau fakta persidangannya, itu sah-sah saja. Secara Standard Operational Procedural (SOP), kalau terbukti pasal 127 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, itu hal wajar saja,” ucapnya.

Dijelaskan BAS, barang bukti belum pasti untuk membuktikan bahwa dia (terdakwa) pemakai dan pengedar. “Bisa saja barang bukti nya itu punya siapa, apakah punya mereka atau bukan. Itu semua kan dibuktikan di persidangan,” jelasnya.

Sebelumnya, JPU menuntut kelima terdakwa selama 2 tahun penjara dikurangkan dalam masa penahanan dalam persidangan yang berlangsung di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Kamis (25/4/2019).

Maha menyatakan, kelima terdakwa terdukti secara sah melanggar pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 mengenai golongan 1 yang bukan jenis tanaman.

Sementara itu, Maha mengakui, tuntutan ini berdasarkan intruksi dari Kasi Pidum,Benny Purba. “Tuntutan ini arahan dari pimpinan (Benny Purba),” ujar saat ditemui usai sidang.

Informasi yang dihimpun lintangnews.com, Kasi Pidum diduga menerima ‘upeti’ atau uang dari kelima terdakwa sebesar Rp 50 juta.

Salah seorang narasumber yang namanya dirahasiakan mengaku, memberikan uang itu secara langsung di ruang Kasi Pidum. “Selasa (9/4/2019) kemarin penasehat hukum terdakwa mengantar uang itu ke ruang Kasi Pidum,” ucap sumber.

Sekedar diketahui, penangkapan dilakukan setelah petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Siantar menerima informasi jika di kamar 311 Hotel Sapadia Siantar ada pesta sabu.

Petugas langsung melakukan penyelidikan. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap Desmon Sirait, Doni M Hutagalung, Kenedy Chen, Fadly Siregar, Martin Lumbangaol dan Rudi Tasmika (dalam penuntutan terpisah).

Selain mengamankan keenam pelaku, petugas juga menyita barang bukti 5 paket sabu seberat 1,22 gram (bruto), 3 buah pipa kaca bekas bakar sabu, 2 mancis, 1 buah jarum suntik, 3 karet kompeng, 2 sendok terbuat dari pipet, 1 buah bong terbuat dari botol Aqua dan timbangan digital. (tim)